--> Owner BMW Cash Pernah Terjerat Kasus Upal, Buka Bisnis Investasi Raup Uang Member Hingga Rp60 M | suluh sumatera

Owner BMW Cash Pernah Terjerat Kasus Upal, Buka Bisnis Investasi Raup Uang Member Hingga Rp60 M

Bagikan:

Owner BMW Cash Pernah Terjerat Kasus Upal, Buka Bisnis Investasi Raup Uang Member Hingga Rp60 M

ASAHAN

suluhsumatera : Sosok DPW alias Sug alias An yang merupakan owner investasi BMW Cash, kini menjadi orang yang paling dicari ratusan member bisnis investasi tersebut dalam beberapa hari terakhir.


Pasalnya, sosok Sug warga asal Dusun VII, Desa Punggulan, Kec. Air Joman, Kab. Asahan ini, meraup uang membernya mencapai Rp60 milyar lebih.


Bahkan, ia dikenal sebagai pria yang andal dan sukses dalam membuka bisnis investasi. Dia diketahui tiga kali menikah, satu istrinya dicerai dan dua masih bersamanya.


Berkat suksenya dia membuka bisnis investasi tanpa ada legalitas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu, Sug banyak memiliki aset tanah, rumah, dan puluhan mobil mewah.


Saat melakukan liputan di rumah Sug, wartawan sempat bertemu dengan tetangga Sug, bernama Suraji.


Kepada wartawan dia mengatakan, Sug bukan kali pertama ini saja terjerat kasus. Sebelumnya Sug disebut-sebut pernah menjalani masa hukuman penjara di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Labuhan Ruku Kab. Batubara. Ia menjalani hukuman terkait kasus mengedarkan uang palsu.


"Dulu, entah tahun kapan, saya tidak ingat lagi kapan tepatnya, dia pernah terkena kasus uang palsu. Ditangkap di Meranti, Kab Asahan. Uang itu dicetaknya sendiri," beber Suraji, Jumat (13/11/2020).


Menurut Suraji, keahlian mencetak uang palsu itu dipelajari Sug secara otodidak. Terlebih saat itu, ia mulai belajar berbagai program dan aplikasi komputer.


Bahkan atas kemahirannya mengoperasikan komputer, Sug sempat membuka usaha rental dan fotokopi di sekitar tempat tinggal mertuanya di Jalan Besar Lintas Air Joman.


Menurutnya, meski bisnis investasi BMW Cash milik Sug sempat mencuat, tidak ada tetangga tempat tinggal orangtuanya di Dusun VII, Desa Punggulan, Kec. Air Joman, yang mau ikut dalam bisnis tersebut.


"Warga sini sudah tahu tabiat dan siapa dia itu, jadi hampir nggak ada yang mau ikut BMW Cash. Kalau desa sebelah banyak yang menjadi korban dia," kata Suraji. (dri)

KOMENTAR