--> Jaksa Pinangki Kena Semprot Hakim Saat Suka Menjawab 'Saya Lupa, Sudah Lama Sekali' | suluh sumatera

Jaksa Pinangki Kena Semprot Hakim Saat Suka Menjawab 'Saya Lupa, Sudah Lama Sekali'

Bagikan:

Berawal ketika jaksa dari Kejaksaan Agung menanyakan kepada Pinangki maupun Andi Irfan


Suluhsumatera -
Terdakwa kasus gratifikasi pengurusan fatwa Mahkamah Agung Pinangki Sirna Malasari kena semprot hakim gegara ia sering menjawab 'saya lupa'. 

Melansir Suara.com, Ia dihadirkan dalam persidangan sebagai saksi bersama terdakwa Andi Irfan Jaya terkait perkara hukum Djoko Tjandra di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Selasa (29/12/2020) malam.

Keduanya dihadirkan untuk dimintai kesaksiannya dalam sidang terdakwa Djoko Tjandra.

Berawal ketika jaksa dari Kejaksaan Agung menanyakan kepada Pinangki maupun Andi Irfan. Keduanya, seperti kompak tak mengetahui sejumlah peristiwa terkait pesan percakapan melalui WhatsApp terkait action plan Djoko Tjandra. Termasuk juga terkait sejumlah pertemuan mereka bersama mantan pengacara Djoko, Anita Kolopaking.

"Itu Anita menghubungi saksi soal meeting jam 8 malam. Di Dharmawangsa hotel, itu meeting terkait apa? Bertiga dengan siapa?," tanya jaksa kepada Pinangki

" Saya lupa. Sudah lama sekali," jawab Pinangki.

Kemudian, pertanyaan yang sama juga dilontarkan jaksa kepada Andi Irfan. Ia pun juga mengaku lupa mengenai tanggal kapan bertemu.

"Saya pernah bertemu ibu Pinangki. Tapi saya lupa tanggal berapa," jawab Andi.

Kemudian, jaksa kembali mencecar Pinangki terkait action plan. Bahwa terdakwa Djoko pernah meminta Pinangki untuk mengurus action plan.

"Saksi tidak pernah mengirim, tapi terdakwa minta kepada saksi, action plan, apa pernah terdakwa minta action plan dikirim?," tanya jaksa.

"Tidak pernah. Saya kurang paham (action plan)," jawab Pinangki

Ketua Majelis Hakim, Damis pun sempat mengambil alih sidang. Ia mengultimatum saksi Pinangki maupun Andi Irfan untuk menjawab pertanyaan jaksa sesuai yang diketahui.

"Kami mohon kepada saudara berdua, ya, jangan mempersulit diri saudara sendiri. Karena kalau gini terus saya akan memerintahkan penuntut umum menetapkan saudara sebagai terdakwa untuk memberikan keterangan yang tidak benar," ucap Hakim Damis.

Hakim Damis menekankan kepada Pinangki dan Andi bahwa sudah cukup didakwa dalam perkara yang lain.

"Tidak elok, sangat tidak elok ketika kita mengetahui bahwa orang yang membohongi kita, saya mohon saudara berdua jujur. Tidak serta merta ketika saudara menyatakan tidak tahu, tidak benar dan sebagainya yang itu tidak serta melepaskan saudara dari tanggung jawab yuridis," ujar hakim.

"Belum tentu juga ketika saudara mengatakan itu terdakwa akan dikatakan terbukti gitu. Karena bukan hanya keterangan saudara yang dijadikan dalam perkara ini. Saya mohon saudara berkata jujur," sambungnya.

KOMENTAR