--> Penumpang Pesawat Ngamuk Rapid Tes Antigen: Dikira Duit Datang dari Langit | suluh sumatera

Penumpang Pesawat Ngamuk Rapid Tes Antigen: Dikira Duit Datang dari Langit

Bagikan:

Padahal, untuk melakukan tes rapid antigen itu, dia harus merogoh kocek sebesar Rp700 ribu untuk tes dua orang.

 


Suluhsumatera - Kebijakan wajib rapid antigen yang diberlakukan oleh bandara dikeluhkan salah seorang penumpang.

Keluhan tersebut, bahkan diceritakan di media sosial Instagram yakni oleh akun @miraindaah.

Melansir Suara.com, melalui story instagramnya, Mira bercerita, dirinya kesal lantaranya dirinya sudah bayar mahal untuk rapid antigen.

Tetapi, sesampainya di bandara, ternyata tak satu pun petugas menanyakan dan memeriksa lembaran hasil rapid antigen tersebut.

Padahal, untuk melakukan tes rapid antigen itu, dia harus merogoh kocek sebesar Rp700 ribu untuk tes dua orang.

"Sedikit cerita ku hari ini. Kesel nggak sih kita udah bayar Rp 350 ribu per orang, yang artinya aku berdua Aida Rp 700 ribu buat rapid test antigen. Terus nahan hidung yang harus diorek2!!!," tulis Mira dengan akun instagramnya @miraindaah.

"Ternyata sampai bandara nggak diperiksa apa-apa! Jangankan periksa hasil rapidnya, bagasi mau keluar saja nggak ada yang jaga!" sambung Mira.

Mira menyayangkan, persyaratan rapid antigen hanya sekadar wacana. Tetapi, tidak dijalankan atau menerapkannya dengan memeriksa langsung kepada para calon penumpang.

"Parah sih bikin peraturan tapi nggak dijalanin!!! Dikira duit datang dari langit apa ya!! Udah bisa dinilai sendiri lah," tutupnya.

Saat dikonfirmasi, pemilik akun tersebut membenarkan soal unggahannya di instagram tersebut.

Saat itu, dia melakukan perjalan dari Bandara Syamsudinnor Banjarmasin menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta pada Senin, 21 Desember 2020.

"Aku datang dari Banjarmasin. Aku yang bodoh nggak ngerti apa dan gimana ya. Tapi kan beritanya keluar masuk Jakarta kan ya. Nah ternyata hasilnya itu cuma diperiksa di Bandara Syamsudinnor saja. Di Soekarno-Hatta nggak dicek," kata Mira, Selasa (22/12/2020).

"Nah kebetulan kemarin aku pas mau masuk ke pesawat ada petugas bandara telepon gitu sama temennya. Jadi dia bilang, si A ini lulus rapid biasa, nah jadi nanti tolong di Surabaya langsung di rapid antigen ya. Biar bisa keluar bandara. Aku masih nggak ngeh tuh.

Aku ngeh nya pas udah keluar Bandara Soekarno-Hatta," sambungnya.

"Berarti bandaranya nggak ketat dong. Bener ga? Mana pas aku di Bandara Soekarno-Hatta kan biasa di cek ya barang bagasi kita kalau pas pengambilan. Ini nggak ada yang jaga sama sekali. Coba kalau ada yang ngambil barang kita gimana. Mungkin mereka kira sepi jadi aman. Tapi kalo ada yang jail gimana," tutup Mira yang meminta agar tanggapannya tidak dikurang-lebihkan.


KOMENTAR