--> Program LLT di Tiga Kota di Sumut Diresmikan | suluh sumatera

Program LLT di Tiga Kota di Sumut Diresmikan

Bagikan:

Program LLT di Tiga Kota di Sumut Diresmikan


MEDAN


suluhsumatera : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan United States Agency for International Development (USAID), melakukan pembangunan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) di tiga kota di Sumut, yakni Kota Tebing Tinggi, Kota Sibolga, dan Kota Pematangsiantar.


Langkah tersebut dilakukan, menyusul sanitasi lingkungan yang buruk masih menjadi masalah bagi masyarakat yang berdomisili di daerah padat penduduk ataupun di sekitar bantaran sungai. 


Seiring bertambahnya jumlah penduduk, persoalan utama yang muncul adalah buangan limbah domestik (tinja).


"Terima kasih kepada pihak Kementerian PUPR dan USAID yang telah memfasilitasi pembangunan LLTT dan juga pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kota Tebing Tinggi yang pada hari ini akan diluncurkan dan diresmikan penggunaanya," ungkap Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan SDA Sumut, Agus Tripriyono saat membacakan pidato Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, ketika melakukan video conference di Aula Gubernuran Sumut, Rabu (16/12/2020).


Agus mengatakan, pembangunan LLTT ini penting, karena masih ada di daerah perkotaan yang tidak memiliki bak penampungan limbah domestik, terutama yang berada di bantaran sungai. 


"Jika kita lihat sendiri, secara bebas saluran akhir dari fasilitas MCK yang ada masih di bypass ke lingkungan, tidak ada penampungan," ungkapnya.


Padahal, penerapan sanitasi yang baik akan memengaruhi kehidupan masyarakat dan lingkungan, seperti tanah, air, dan udara, sehingga kondisi lingkungan yang baik dapat diciptakan dari kondisi lingkungan yang lebih bersih, sehat dan nyaman bagi manusia.


Pelaksana Tugas Direktur Kantor Lingkungan Hidup USAID Indonesia, Jason Seuc mengatakan, pihaknya mendukung peluncuran dan pelaksanaan Layanan Sedot Tinja Terjadwal di Tebing Tinggi, Pematangsiantar dan Sibolga, selain dari dukugan yang masih berlangsung di Kota Medan dan Kab. Deli Serdang.


"Melalui kegiatan IUWASH PLUS, USAID turut berkontribusi pada pencapaian target akses sanitasi aman untuk RPJMN 2020-2014, dimana untuk Provinsi Sumatera Utara mendapatkan mandat harus mencapai 9 persen sanitasi aman," katanya.


Untuk diketahui, bahwa Program LLTT merupakan satu bentuk komitmen dalam menyediakan pelayanan penyedotan secara berkala untuk seluruh masyarakat. 


Komitmen ini didasari dengan melihat adanya potensi 6.200 rumah tangga yang ditargetkan akan menjadi pelanggan layanan ini di akhir tahun 2020 dan 1.500 rumah tangga untuk akhir tahun 2021.


Sebelumnya Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah Noor mengatakan, Layanan LLTT ini adalah layanan yang diperlukan oleh pemerintah kota untuk menjaga sumber air tanah yang ada.  


"Penyedotan pun dilakukan tidak karena permintaan, melainkan memang keharusan. Periode waktu telah ditentukan yakni dilakukan penyedotan setiap tiga tahun sekali. Hal itu dilakukan agar terwujudnya sanitasi yang aman dan nyaman," ujarnya.


Tidak hanya itu, Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan pun sudah mencoba langsung layanan LTT tersebut. 


"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR dan USAID yang telah membentuk dan merencanakan program ini. LLTT sangat dibutuhkan di perkotaan," kata Umar.


Umar juga menyebutkan, pihaknya akan meningkatkan kemampuan WC kedap di masyarakat yang sesuai dengan standar ketentuan yang ada. Umar juga mengaku telah mencoba sendiri LLTT di rumah dinasnya.


"Ini memang ready siap melayani. Saat ini untuk di Kota Tebing Tinggi sendiri tersedia 3 unit mobil untuk memfasilitasi program LLTT ini," katanya.


Acara ditutup dengan pembacaan komitmen bersama antara Kementerian PUPR, USAID, Pemprov Sumut, Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Sibolga dan Kota Pematangsiantar. (*)

KOMENTAR