--> Seorang PNS Pemkab Palas Ditemukan Meninggal di Penginapan di Desa Suro Dingin | suluh sumatera

Seorang PNS Pemkab Palas Ditemukan Meninggal di Penginapan di Desa Suro Dingin

Bagikan:

Seorang PNS Pemkab Palas Ditemukan Meninggal di Penginapan di Desa Suro Dingin


PADANG LAWAS


suluhsumatera : Seorang pria yang diketahui berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditemukan meninggal dunia di salah satu kamar Penginapan NT, Desa Suro Dingin, Kec. Lubuk Barumun, Kab. Padang Lawas (Palas), Selasa (29/12/2020).


Pria tersebut diketahui berinisial AW, 41 warga Desa Gunung Manaon, Kec. Huristak, Kab. Palas, merupakan PNS Pemkab Palas.


Kapolres Padang Lawas, AKBP. Jarot Yusviq Andito, SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu. Aman Putra B, SH membenarkan penemuan mayat AW di Penginapan NT.


Dijelaskan, pada Selasa (29/12/2020) sekira pukul 09.00 WIB, Kanit Reskrim Polsek Barumun menerima laporan dari pemilik Penginapan NT melalui telepon.


Pemilik penginapan menyebut, seorang laki-laki dengan identitas AW, yang merupakan tamu di penginapan itu, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar.


Atas informasi tersebut kata Kasat, Kapolsek Barumun bersama kanit Reskrim serta anggota Polsek menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP), kemudian disusul Kasat Reskrim dan anggota Reskrim.


"Setibanya di TKP, tepatnya di kamar nomor 9, ditemukan sesosok mayat laki-laki, dengan posisi terbaring di atas tempat tidur. Yang mana saat itu, di dapat kamar didapat seorang perempuan, bernama E br Nst, 39," sebut Kasat.


Selanjutnya kata Kasat, dilakukan olah TKP dan memotret TKP, kemudian jasad AW (korban) dibawa ke RSUD Sibuhuan.


Dari hasil interogasi yang dilakukan di TKP, keterangan saksi dari dua penjaga hotel berinisial AM, 18 dan NBS, 19 serta E br Nst, bahwa AW bersama E br Nst menginap di Penginapan NT, sejak Senin (28/12/2020) pukul 17.00 WIB.


Kemudian, pada hari kedua, Selasa (29/12/2020) pukul 09.00 WIB, E br Nst memberitahu kepada penjaga penginapan, bahwa korban mengalami kejang-kejang.


"Kemudian, penjaga penginapan melihat korban ke dalam kamar nomor 9, namun korban telah meninggal dunia," jelas Kasat.


Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa istri dan dua adik laki-laki korban tidak bersedia untuk dilakukan otovsi terhadap jenazah korban, saat jenazah hendsk dibawa ke RS Bhayangkara Medan.


"Istri dan dua adik laki-laki korban telah iklas menerima kematian korban, dengan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otovsi," pungkas Kasat. (sutan)

KOMENTAR