--> Bebas dari Penjara, Mantan Kadispora Garut Dieksekusi Lagi Gegara Kasus Lain | suluh sumatera

Bebas dari Penjara, Mantan Kadispora Garut Dieksekusi Lagi Gegara Kasus Lain

Bagikan:

Bebas dari Penjara, Mantan Kadispora Garut Dieksekusi Lagi Gegara Kasus Lain


GARUT


suluhsumatera : Mantan Kadispora Garut berinisial Kus, baru saja bebas dari penjara, Rabu (13/1/2021), karena penangguhan penahanan dalam kasus tindak pisana korupsi SOR Ciateul.


Ia dijebloskan kembali ke penjara dalam kasus lain, yakni bumi perkemahan ilegal.


Kali ini, tim dari Kejaksaan Negeri Garut mengeksekusi Kus dalam kasus bumi perkemahan ilegal, Senin (18/1/2021) malam. Dia dieksekusi di rumahnya, Limbangan, Garut.


"Hari ini kami mengeksekusi terpidana dalam kasus bumi perkemahan, Kuswendi," ucap Kajari Garut, Sugeng Hariadi kepada wartawan, seperti dilansir dari laman detikcom, Selasa (19/1/2021).


Kus dibawa ke Kejaksaan Negeri Garut sekira pukul 21.00 WIB. Dia kemudian terpantau menjalani pemeriksaan di ruangan Pidana Umum Kejari Garut.


Kus kemudian dibawa dengan mobil menuju ke Rutan Kelas II B Garut untuk menjalani penahanan.


"Berdasarkan putusan MA, Kuswendi divonis penjara 1 tahun dengan denda Rp1 miliar subsider kurungan penjara 4 bulan," katanya.


Kasus yang menjerat Kus ini terjadi tahun 2019 lalu. Kus menjadi terdakwa dalam kasus bumi perkemahan ilegal yang dibangun di kaki Gunung Guntur.


Belakangan diketahui bumi perkemahan tidak dilengkapi izin analisis dampak lingkungan (Amdal).


Dia divonis hakim PN Garut bersalah melanggar Pasal 109 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).


Atas putusan tersebut, Kus mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi hingga ke MA. 


Mahkamah Agung akhirnya memutuskan Kus bersalah dalam kasus tersebut dan memvonisnya dengan hukuman penjara 1 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 1 bulan penjara.


Mantan Kadispora Garut ini diketahui tersandung beberapa kasus hukum. Selain kasus bumi perkemahan ilegal yang sudah diputus MA, dia juga terjerat kasus dugaan korupsi dalam pembangunan gelanggang olahraga (GOR) Ciateul. 


Namun saat ini dia menghirup udara bebas lantaran majelis hakim PN Khusus Bandung mengabulkan penangguhan penahanan yang dia ajukan. (*)

KOMENTAR