--> Ingatkan Alarm Bahaya, Sri Mulyani Beber Dampak Pebatasan ke Ekonomi dan Saham | suluh sumatera

Ingatkan Alarm Bahaya, Sri Mulyani Beber Dampak Pebatasan ke Ekonomi dan Saham

Bagikan:

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, pembatasan kegiatan tersebut akan berdampak ke ekonomi nasional.


Suluhsumatera -
Pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan di sejumlah kota di Jawa dan Bali mulai 11 Januari 2021. 

Langkah ini diambil menyusul lonjakan kasus virus corona COVID-19, yang membuat daya tampung rumah sakit di titik kritis. 

Melansir Kumparan.com, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, pembatasan kegiatan tersebut akan berdampak ke ekonomi nasional.

Tapi menurutnya, kebijakan tersebut harus diambil Pemerintah agar perekonomian tak semakin buruk.  

"Pasti (pembatasan) ada dampaknya kepada perekonomian. Namun kalau itu enggak dilakukan akan getting worse, maka perekonomian juga akan buruk," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Rabu (6/1).  

Terkait dampak pandemi ke ekonomi nasional, sebelumnya Sri Mulyani telah mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2020. Dari sebelumnya di kisaran 0 persen, diturunkan ke kisaran minus 2,9 hingga minus 0,9 persen. 

Hal ini salah satunya karena konsumsi rumah tangga yang masih minus. Dia menyebut konsumsi rumah tangga akan minus 3,6 persen hingga minus 2,6 persen. 

Kini ketika pembatasan kegiatan dilakukan, tentu juga akan berdampak ke perekonomian di awal tahun 2021.  

Ini Dampak Pembatasan Kegiatan ke Ekonomi dan Saham, Sri Mulyani Ingatkan Alarm (1)

Seorang calon pembeli menunggu makanan pesanannya di mall Senayan City, Jakarta, Senin (14/9). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto

Hal itu dibenarkan oleh Head of Research MNC Sekuritas, Edwin Sebayang. Dia menyatakan, pembatasan kegiatan di sejumlah kota di Jawa dan Bali pada 11-25 Januari 2021, berpotensi akan memperlambat pertumbuhan ekonomi Indonesia diawal tahun 2021.  

"Padahal harga saham di beberapa sektor yang terkena dampak pembatasan kegiatan tersebut, sudah keburu naik kencang. Sehingga tidak perlu heran jika terjadi aksi jual atas saham di sektor tersebut," ujarnya dalam pernyataan tertulis, Kamis (7/1). 

Padahal Indonesia bisa berharap dari adanya aliran modal asing masuk. Hal ini, ujar Edwin, karena meningkatnya harapan adanya paket stimulus yang lebih besar, menyusul kemenangan anggota senat dari Partai Demokrat, dalam Pemilu ulang di Georgia. 

Dampak pembatasan kegiatan terhadap ekonomi dan pasar saham, akhirnya harus diambil sebagai sebuah pilihan. Karena Sri Mulyani mengingatkan alarm atas penambahan kasus corona di Indonesia telah menyala.  

"Memang (penambahan kasus corona) kalau dibandingkan Inggris, kecil. Tapi ini sudah sangat menimbulkan alarm," ujar Sri Mulyani.

KOMENTAR