--> Babak Belur Akibat Covid-19, Malaysia Hidupkan Lagi Pariwisata | suluh sumatera

Babak Belur Akibat Covid-19, Malaysia Hidupkan Lagi Pariwisata

Bagikan:

Babak Belur Akibat Covid-19, Malaysia Hidupkan Lagi Pariwisata


JAKARTA


suluhsumatera : Malaysia akan meningkatkan kembali sektor pariwisata yang babak belur karena pandemi virus Corona, dengan mengandalkan turis revans.


Wisatawan lokal menjadi sasarannya.


"Wisatawan domestik kita sudah tidak sabar untuk traveling lagi, terutama untuk melakukan perjalanan internasional. Jika diizinkan melintasi batas negara, mereka akan melakukannya," ujar Direktur Jenderal Pariwisata Malaysia, Zulkifly Md. Said saat peluncuran ITB Berlin Now dan dikutip oleh The Star, seperti dilansir sari laman detikcom, Jumat (12/3/2021).


Indikatornya, meningkatnya wisata antar provinsi di dalam negeri. Menurut data Departemen Pariwisata Malaysia, aktivitas melancong wisatawan lokal mulai menggeliat.


"Hotel menerima tamu-tamu yang staycation di akhir pekan. Setelah warga harus tinggal di rumah, kini mereka hanya ingin rileks di hotel dan jalan-jalan keliling kota," kata Zulkifly.


Peningkatan tajam jumlah wisatawan setelah warga diminta untuk tinggal di rumah karena pandemi virus Corona itulah yang disebut turis revans. Mereka seolah ingin membalas dendam untuk traveling kini.


Zulkifly sekaligus memastikan operator wisata Malaysia mulai melakukan pemanasan untuk menyambut turis. Makanya, saat pariwisata kembali pulih, mereka siap menyambut pelancong.


Senior Minister, Datuk Seri Ismail Sabri menginstruksikan agar aktivitas pariwisata menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya, kapasitas pengunjung dibatasi 50 persen dari daya tampung.


Dia menyebut, belum semua tempat wisata dapat dibuka. Saat ini, baru kebun binatang, situs sejarah, museum, taman, dan taman hiburan, yang boleh beroperasi.


Zulkifly menegaskan, Prokes wajib diterapkan di semua tempat wisata. Juga oleh wisatawan.


"Pelajaran berharga diperoleh dari peningkatan kasus menjelang akhir tahun lalu (ketika perjalanan internasional diizinkan). Ketidakpatuhan terhadap Prokes entah bagaimana telah menyebabkan lonjakan kasus Covid-19," kata Zulkifly.


"Ketika perjalanan internasional diizinkan lagi, kita semua memiliki tanggung jawab untuk mematuhi dan mematuhi prokes. Kami tidak ingin menerapkan lockdown tahap ketiga," dia menambahkan.


Zulkifly mengutarakan, saat ini pemerintah Malaysia sedang mempertimbangkan health pass, seperti International Air Transport Associations (IATA) Travel Pass, untuk memfasilitasi perjalanan usai pandemi.


"Kami membutuhkan dokumen valid yang dapat diterima sebagai permulaan, di kawasan Asia Tenggara. Dokumen tersebut tidak boleh mudah dipalsukan demi keselamatan mereka yang pulang dan keamanan negara tujuan mereka," pungkasnya. (*)

KOMENTAR