AMPUH: Jejak Bakti Aliansi Penjaga Marwah Hukum dari Selatan ke Penjuru Negeri
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Di bawah bentang langit Tapanuli Selatan yang luas, sebuah ikhtiar kolektif lahir dari kegelisahan nurani.
Bukan sekadar organisasi, AMPUH tumbuh sebagai gerakan moral yang bertekad mengawal keadilan agar berdiri tegak tanpa pandang bulu di bumi pertiwi.
Lahir dari Nurani Putra Daerah
AMPUH bersemi dari visi seorang putra daerah, Muhammad Hadi Susandra Lubis. Baginya, hukum tak boleh berhenti sebagai teks kaku di atas kertas.
Ia harus hadir sebagai napas kehidupan yang melindungi hak setiap warga negara nyata, adil, dan beradab.
Dari Tapanuli Menjalar ke Penjuru Negeri
Berangkat dari Selatan Sumatra, akar gerakan ini kini menjalar luas. Pengurus wilayah dan cabang berdiri kokoh di berbagai daerah, menjadi garda terdepan bagi masyarakat yang selama ini suaranya tenggelam dalam hiruk-pikuk ketidakpastian hukum.
Dari kampung hingga kota, advokasi dan pendampingan menjadi denyut nadi perjuangan.
Hukum yang Hidup, Bukan Sekadar Pasal
Di bawah kepemimpinan Hadi, hukum dimaknai sebagai instrumen pembebasan—bukan alat penindasan.
Setiap langkah pengawalan perkara dipandu prinsip keberpihakan pada kebenaran dan rasa keadilan, sehingga hukum hadir membumi dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Ketegasan yang Beriringan dengan Kemanusiaan
Di balik ketegasan mengawal hukum, tersimpan sisi kemanusiaan yang kuat.
Perjuangan, bagi Hadi, tak pernah lengkap tanpa ketulusan hati. Di sela kesibukan menata organisasi, pintu kepedulian tetap terbuka bagi mereka yang membutuhkan.
Tradisi Berbagi yang Menjadi Nafas Gerakan
Ada nilai yang dipegang teguh: setiap keberhasilan adalah titipan. Dari sanalah tradisi berbagi tumbuh menyapa anak yatim piatu dan kaum duafa.
“Rezeki itu seperti air,” tuturnya suatu ketika.
“Jika hanya ditampung, ia menjadi sarang penyakit; jika dialirkan, ia menghidupi", ucapnya.
Markas Perjuangan, Rumah Harapan
Tak jarang, suasana markas dipenuhi berkas perkara di satu sisi, dan tawa anak-anak yatim di sisi lain. Doa-doa tulus membumbung, menjadi bahan bakar spiritual yang menjaga langkah tetap tegak meski badai tantangan datang silih berganti.
Simbol Hukum yang Bersanding dengan Kasih Sayang
Kini, AMPUH menjelma simbol: keberanian membela kebenaran yang berjalan seiring kelembutan hati untuk berbagi.
Dari Padangsidimpuan dan hamparan Tapanuli Selatan, jejak bakti itu terus menebar manfaat ke penjuru Indonesia sebuah perjalanan panjang yang terus berlanjut demi keadilan yang manusiawi.
(Baginda Ali Siregar)


Comments