Kapolres Baru Madina Diharapkan Tegas Berantas Narkoba, Kejahatan Lingkungan, dan Sosial
MANDAILING NATAL
suluhsumatera : AKBP. Bagus Priandy resmi memulai tugasnya sebagai Kepala Kepolisian Resor Mandailing Natal, Senin (12/1/2026).
Kehadiran pimpinan baru di tubuh Polres Madina ini disambut harapan besar masyarakat agar persoalan narkoba, kejahatan lingkungan, hingga kejahatan sosial yang kian marak dapat dituntaskan secara serius dan menyeluruh.
Pemuda Mandailing Sambut Kapolres Baru
Ketua Ikatan Pemuda Mandailing (IPM), Tan Gozali Nasution, menyatakan apresiasi atas pergantian pimpinan korps Bhayangkara di Kabupaten Mandailing Natal.
Ia berharap kepemimpinan baru membawa perubahan nyata, khususnya dalam pemberantasan narkoba yang dinilainya sudah berada pada tahap mengkhawatirkan.
“Sebagai pemuda Mandailing, kami siap berkolaborasi jika aparat serius. Persoalan narkoba, PETI, BBM ilegal, perambahan hutan, penggunaan merkuri dan sianida, serta kerusakan alam akibat perkebunan dan pertambangan sudah sangat mendesak untuk diberantas,” tegas Tan.
Narkoba Picu Kriminalitas di Madina
Tan juga menyoroti meningkatnya angka kriminalitas, terutama pencurian, yang menurutnya berkaitan langsung dengan masifnya peredaran narkoba di berbagai wilayah Madina.
“Kasus pencurian kotak amal masjid dan besi-besi bangunan kini sering terjadi. Narkoba jenis sabu-sabu tidak hanya menyasar orang berduit, tapi juga masyarakat miskin. Ini sudah menjadi bencana sosial,” ungkapnya.
Ia menilai lemahnya penindakan terhadap peredaran narkoba turut memperparah kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kejahatan Lingkungan dan Dugaan Pembiaran PETI
Selain narkoba, Tan menyoroti maraknya pertambangan emas ilegal (PETI) di sejumlah daerah aliran sungai di Kabupaten Mandailing Natal.
Ia menyebut, wilayah-wilayah yang menjadi lokasi tambang ilegal cenderung memiliki tingkat peredaran narkoba yang tinggi.
“Bukan hanya di hilir, tapi sudah sampai ke hulu sungai. Di kecamatan-kecamatan yang banyak tambang emas ilegal, peredaran narkobanya juga tinggi. Dugaan kami selama ini, ada oknum aparat yang justru memfasilitasi, seolah menjadi bisnis sampingan,” kata Tan, tanpa merinci pihak yang dimaksud.
Kerentanan Kejahatan Seksual dan Ancaman bagi Anak
Tan juga mengingatkan bahwa Mandailing Natal yang dikenal sebagai daerah religius dan dijuluki “kota sejuta santri” tidak lepas dari ancaman kejahatan seksual.
Ia menilai keamanan bagi perempuan dan anak-anak masih sangat minim.
Menurutnya, tempat hiburan malam terselubung seperti karaoke dan lapo tuak kerap menjadi lokasi peredaran narkoba, minuman keras, hingga praktik prostitusi berkedok pemandu lagu.
“Coba aparat atau Badan Narkotika Nasional ikut razia karaoke dan lapo tuak. Di sana banyak anak-anak di bawah umur yang terpapar narkoba dan miras, bahkan dijadikan objek eksploitasi,” tegasnya.
Harapan Besar pada Kepemimpinan Kapolres Baru
Tan berharap besar agar Polres Madina di bawah komando AKBP. Bagus Priandy benar-benar hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman tanpa pandang bulu, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.
Ia juga mengajak Pemerintah Daerah, DPRD Mandailing Natal, MUI Mandailing Natal, tokoh adat, ulama, pemuda, mahasiswa, LSM, insan pers, hingga pesantren untuk bersatu menyuarakan pemberantasan narkoba serta kejahatan lingkungan dan sosial.
“Ini tanggung jawab bersama demi menyelamatkan Madina, bumi yang selama ini dikenal sebagai daerah religius dan berbudaya,” pungkas Tan.
(Baginda Ali Siregar)


Comments