PKS PT. Milano Pinangawan Didemo Puluhan Warga dan Buruh Bongkar Muat
TORGAMBA
suluhsumatera : Puluhan massa yang terdiri dari warga Dusun Pinangawan, Desa Aek Batu dan Dusun Sigambal II, Desa Pinang Damai, Kec. Torgamba, Kab. Labusel, serta Pegurus Unit Kerja Serikat Pekerja Seluruh Indonesia-Federasi Serikat Pekerja Transfortasi Indonesia (PUK SPSI-FSPTI) unjuk rasa di PKS PT. Milano (Wilmar Grup) Pinangawan, Jumat (13/2/2026) siang.
Massa yang dipimpin Roma Hasibuan ini menuntut kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
Pengamatan wartawan, kedatangan pengunjukrasa langsung disambut hadangan puluhan personel sekuriti yang kemudian mengunci portal masuk lingkungan perusahaan.
Kondisi tersebut sempat memicu ketegangan antara pendemo dengan pasukan sekuriti, namun dapat diredam Kapolsek Torgamba, AKP. Adhar yang berada di lokasi bersama sepasukan personel kepolisian.
Roma Hasibuan dalam orasinya menyesalkan selama tiga tahun terakhir tidak ada pengalokasian CSR dari perusahaan kepada warga sekitar.
Padahal, akibat beroperasinya PKS PT. Milano di desa itu telah memberikan banyak dampak negatif yang dirasakan masyarakat, seperti kerusakan infrastruktur dan polusi abu, kebisingan, serta abu.
Tidak berselang lama, aksi itu akhirnya diterima Manajer SSL PKS PT. Milano Sungaipinang, Lihardo Sipayung bersama jajaran dalam perundingan di aula PKS yang ditengahi Kapolsek.
Dalam pertemuan itu, tokoh masyarakat Sigambal II, Muhammad Toat Hasibuan dan tokoh masuarakat Pinangawan, Sofyan mengatakan, dua bulan lalu perusahaan membuka lowongan kerja, tapi yang diterima justru tenaga kerja dari luar, bukan dari lingkungan setempat.
Bukan itu saja, kata dia, program CSR dalam tiga tahun terakhir tidak ada dialokasikan ke Dusun Pinangawan dan Dusun Sigambal II. Parahnya, lanjut dia, banyak profosal permintaan bantuan yang disampaikan masyarakat ke perusahaan, namun tidak berbalas.
"Harga TBS kelapa sawit dari kebun masyarakat pun di PKS ini rendah hanya Rp.2.970/Kg, padahal di PKS lain sudah mencapai Rp.3.100/Kg," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PUK SPSI-FSPTI PKS PT. Milano Sungaipnang, Supriono mengharapkan adanya penyesuaian tarif bongkar muat, karena sejak 15 Januari 2026, ada kenaikan upah bongkar TBS kelapa sawit pihak ketiga dari Rp18/Kg menjadi Rp24/Kg. Sementara untuk TBS kelapa sawit internal, saat ini upah bongkar muatnya masih Rp15/Kg.
Menjawab masyarakat, Manajer SSL PKS PT. Milano Sungaipinang, Lihardo Sipayung mengatakan, terkait rekrutmen tenaga kerja, baru-baru ini, perusahaan tetap memprioritaskan masyarakat tempatan.
Menurutnya, dari 44 lamaran ada 17 yang memenuhi syarat, yang akhirnya diterima dua orang, dan keduanya warga setempat, yakni Dusun Pinangawan.
"Terkait upah bongkar muat, perlu saya sampaikan, bahwa masa kemitraan dengan PUK SPSI-FSPTI telah berakhir, pada 2025 dan belum ada kontrak baru. Kemudian upah diatas Rp15/Kg seperti yang diharapkan, kami tidak dapat memenuhi," imbuhnya.
Sedangkan mengenai program CSR, Lihardo menyebut, perusahaan sudah melakukan kewajiban-kewajiban ini. Terkait kegiatan dan alokasi CSR tersebut, terangnya, selalu dilaporkan secara rutin.
"Untuk jelasnya, nanti bisa datanya didapatkan dari bagian terkait," pungkasnya.
Usai perundingan digelar, massa akhirnya membubarkan diri. (*/sya)


Comments