Tapir Sumatra Muncul di Pemukiman Warga di Labura
LABUHANBATU UTARA
suluhsumatera : Seekor Tapir Sumatra terlihat muncul dipermukiman warga di Dusun Suka Rakyat, Desa Batu Tunggal, Kecamatan NA IX–X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Selasa (10/2/2026).
Satwa dilindungi dengan nama latin tapirus indicus ini diketahui muncul, sejak Sabtu, 7 Februari 2026.
Keberadaan tapir tersebut dipantau oleh pegiat alam liar, Haray Munthe dari Yayasan Alam Liar Sumatera, Selasa siang, ketika dihubungi dari Rantauprapat.
Pemantauan hewan eksotis Indonesia ini dilakukan untuk mencegah konflik antara manusia dan satwa, serta menjaga agar habitat tapir tetap aman.
Sejak kemunculannya, Haray bersama warga setempat melakukan sosialisasi terkait keberadaan satwa dilindungi dan undang-undang konservasi alam.
Warga diimbau agar tidak menganiaya, menangkap atau memburu, mengingat tapir bukan hewan karnivora, melainkan herbivora pemakan tumbuh-tumbuhan.
Pihaknya bersama tim BKSDA Sumatera Utara berencana mengevakuasi ke tempat pemulihan satwa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatannya sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat yang aman.
Haray menjelaskan, Kabupaten Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara, merupakan kawasan hutan hujan tropis di Pulau Sumatera, yang menjadi habitat alami berbagai satwa langka yang dilindungi, seperti harimau, tapir, beruang, kambing hutan, dan rusa, termasuk satwa yang populasinya terancam punah.
Namun, habitat satwa tersebut kini terancam punah akibat deforestasi, alih fungsi hutan menjadi perkebunan, perburuan liar, serta aktivitas penambangan galian C berskala besar yang minim pengawasan ketat dari aparat penegak hukum.
"Sejak hari Sabtu, Tapir masih berada di sekitar permukiman warga. Biasanya, keluar Tapir dari habitatnya disebabkan oleh kerusakan lingkungan. Saat ini Tapir bergerak di kawasan perkebunan PTPN III," ujar Haray Munthe.
(Vinka)


Comments