Jam Mengajar Salah Satu SMPN di Sayur Matinggi Tapsel Diduga “Diperjualbelikan”
TAPANULI SELATAN
suluhsumatera : Dugaan praktek pungutan liar (pungli) dalam pengaturan jam mengajar mengguncang salah satu SMP Negeri di Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Sejumlah guru honorer yang telah mengantongi sertifikat pendidik disebut tidak mendapatkan jam mengajar, sementara jam pelajaran diduga dapat diperoleh melalui setoran uang.
Ketimpangan Pembagian Jam Mengajar Terungkap
Informasi yang dihimpun dari sumber internal sekolah mengungkap adanya ketimpangan dalam pembagian jam mengajar.
Sertifikasi guru yang seharusnya menjadi dasar profesional dalam penentuan beban mengajar justru diduga diabaikan, sehingga memunculkan indikasi bahwa kebijakan sekolah tidak lagi berbasis kompetensi, melainkan mengarah pada praktik transaksional.
“Kakak kan guru honorer yang sudah bersertifikasi, tapi tidak dapat jam mengajar yang ditetapkan oleh kepala sekolah. Sementara ada juga guru honorer lain yang juga sudah sertifikasi, kabarnya mereka bisa mendapat jam mengajar setelah mebayar sejumlah uang,” ungkap salah satu sumber, Minggu (8/2/2026), di salah satu coffee shop di Padangsidimpuan.
Kepala Sekolah Belum Beri Klarifikasi
Menindaklanjuti informasi tersebut, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala SMP Negeri 1 Sayur Matinggi, Nurlena Sari Siregar, pada Minggu (8/2/2026) melalui aplikasi perpesanan.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi yang disampaikan pihak kepala sekolah.
Data Sekolah Daring Dinilai Janggal
Selain itu, dari penelusuran juga ditemukan sejumlah kejanggalan pada data sekolah yang dipublikasikan secara daring. Data yang diunggah melalui operator sekolah dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Salah satunya, nomor kontak telepon yang tercantum merupakan nomor lama kepala sekolah dan tidak lagi aktif.
Kondisi ini dinilai menutup akses komunikasi publik serta memperkuat dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan sekolah.
Dinas Pendidikan Turun Tangan
Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan, Yanti Pakpahan, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp mengatakan telah memerintahkan Kepala Bidang SMP untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
“Saya kebetulan di luar kota, rapat konsolidasi. Saya sudah minta Kabid SMP untuk menindaklanjuti ini. Terima kasih infonya ya,” ujarnya singkat.
(Baginda Ali Siregar)


Comments