Karang Taruna Labusel akan Kembangkan Budidaya Jamur Merang
KOTAPINANG
suluhsumatera : Karang Taruna Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Kab. Labusel) akan mengembangkan budidaya jamur merang yang diharapkan dapat mendorong kemandirian pemuda di desa.
Hal itu diungkapkan Ketua Karang Taruna Kab. Labusel, Andi Syahputra Nasution, SPdI pada halal bi halal dan dialog dengan tema "Menjaga dan Merawat Labusel" yang digelar Karang Taruna Kab. Labusel dan diikuti para pengurus kabupaten hingga desa di Aula Kantor Bupati Labusel, Selasa (14/4/2026).
Acara ini dihadiri Bupati Labusel, Fery Syahputra Simatupang, sejumlah pimpinan OPD, Ketua MPKT Labusel, Ketua KTNA Labusel, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi kepemudaan.
"Saat ini Karang Taruna Kab. Labusel sedang mengembangkan program budidaya jamur merang dan sudah menunjukkan hasil yang baik," ungkapnya.
Menurutnya, program ini akan dikembangkan di seluruh desa, yang diharapkan dapat menempah kemandirian pemuda.
“Program Karang Taruna tahun ini mudah-mudahan, yakni jamur merang yang tumbuh di limbah janjangan sawit. Semoga pak Bupati membantu kami, agar ekonomi produktif di desa, dan menjadi oleh-oleh khas Labusel," pintanya.
Andi pun menyampaikan terima kasihnya atas kehadiran Bupati Labusel dan jajaran pada kegiatan tersebut.
"Ini merupakan kebahagiaan bagi kami, karena atas izin Bupati, kita dapat melaksanakan kegiatan halal bi halal yang dirangkaikan dengan dialog," sebut Andi.
“Kita angkat tema ini selalu saya ingatkan dalam setiap pertemuan. Karang Taruna lahir berdasarkan SK dari pemerintah itu sendiri. Oleh karena itu, kitalah yang turut menjaga kabupaten ini," tambahnya.
Andi mengingatkan kepada seluruh pengurus untuk menjaga adab dalam setiap kehidupan bermasyarakat.
“Jangan sesama kita saling menyentil atau berselisih. Pesan saya sebagai bagian dari Karang Taruna, jika ada saran atau masukan, sampaikanlah dengan adab melalui dialog yang baik. Kita adalah bagian dari pemerintah. Jika kita mampu memberikan kontribusi yang baik, maka yakinlah Karang Taruna akan semakin sejahtera. Mari kita berjalan seiring dengan pemerintah,” pesannya.
Ketua MPKT, Rafiq Simatupang pun mengapresiasi program Karang Taruna serta memotivasi pengurus untuk tetap berjuang menggapai cita-cita.
“Saya berpesan kepada semua pengurus, untuk menggapai nilai 10 tidak harus 5 tambah 5, 6 tambah 4, tapi bisa juga 100 kurang 90. Jadilah angka 10 menurut vesimu, jangan takut gagal dan jika gagal jangan takut bangkit kembali," pesannya.
Sementara itu, Bupati Labusel, Fery Syahputra Simatupang menyampaikan, pertemuan ini untuk mempererat tali silaturahmi dan sarana memperkuat persatuan.
“Saya sangat mengapresiasi peran Karang Taruna sebagai garda terdepan pemuda di tengah masyarakat. Karang Taruna bukan hanya organisasi sosial, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda yang memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan," ungkapnya.
“Menjaga dan merawat Labusel memiliki makna yang sangat dalam. Menjaga berarti mempertahankan apa yang sudah baik, sementara merawat berarti memperbaiki dan meningkatkan apa yang masih perlu dibenahi. Labusel adalah rumah kita bersama, tugas kita bukan hanya menikmati hasil pembangunan, tetapi juga ikut bertanggung jawab dalam menjaga ketertiban, kebersihan, keamanan, serta nilai-nilai sosial dan budaya yang ada," tambah Fery.
Diujung pidatonya Bupati menyampaikan,
pemerintah daerah sangat terbuka terhadap masukan, kritik, dan saran.
"Karena membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus dengan kolaborasi dan kebersamaan," tutup Bupati.
Usai halal bi halal, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif dengan mengundang dua narasumber, yakni Irwansyah dan Deni Syafrizal Daulay.
(Vin)


Comments