Sekelumit Catatan untuk Ikanas: Meneguhkan Jati Diri, Merawat Persatuan Nasution
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Marga Nasution memiliki jejak panjang yang tidak lekang oleh waktu.
Parulian Nasution menegaskan, Nasution “ada di mana-mana dan tidak akan ke mana-mana,” karena berakar kuat dari rumah pusaka Sibaroar Nasution bergelar Sutan Diaru.
Nasution: Warisan Besar yang Mendunia
Menurut Parulian, nama besar Nasution bukan hanya dikenal di Sumatera Utara, tetapi juga di tingkat nasional hingga internasional.
Hal itu tidak terlepas dari kiprah tokoh-tokoh Nasution yang hadir di berbagai lini kehidupan dan pengabdian.
“Nasution itu kuat karena unggul dari sisi kecerdasan, emosional, sosial, dan spiritual,” ujarnya.
Ia menambahkan, jauh sebelum Indonesia merdeka, nama Nasution telah terukir dalam sejarah dunia.
Tokoh seperti Willem Iskander (Sati Nasution) dikenal sebagai pelopor pendidikan, sementara Ida Lumongga Nasution tercatat sebagai dokter perempuan pertama Indonesia yang menempuh pendidikan di Belanda.
Ikanas sebagai Wadah Persatuan
Parulian menjelaskan bahwa seluruh keturunan Nasution dihimpun dalam wadah Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas), yang telah terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Dalam Negeri.
“Ikanas diikat oleh pertalian darah yang kuat. Karena itu, kehadirannya harus berada di garda terdepan dalam pembangunan, baik di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga pertahanan dan keamanan,” paparnya.
Jejak Kepemimpinan dan Pengabdian
Ia juga menyoroti kontribusi besar tokoh-tokoh Nasution dalam pemerintahan. Saat ini, Sumatera Utara dipimpin oleh Bobby Afif Nasution, yang disebut sebagai pewaris sejarah panjang kepemimpinan marga tersebut.
Parulian mengingatkan bahwa tokoh seperti Mr. Sutan M. Amin Nasution pernah menjadi Gubernur pertama Sumatera Utara, disusul Mayjen Kaharuddin Nasution yang juga pernah menjabat posisi serupa.
Selain itu, sejumlah tokoh Nasution juga pernah memimpin di Provinsi Riau.Diantaranya, Mayjen Kaharufdin Nasution dan Brigjen Edy Natar Nasution.
Tokoh Nasional dan Internasional
Nama besar seperti Jenderal Besar Abdul Haris Nasution disebut sebagai tokoh militer dunia dengan strategi perang gerilya yang diakui luas.
Selain itu, ada pula Adnan Buyung Nasution yang dikenal sebagai pendekar hukum Indonesia.
Deretan tokoh lain seperti Darmin Nasution, Anwar Nasution, hingga Luthfi Nasution turut memberi warna dalam pemerintahan nasional.
Bahkan, di luar negeri, nama Saifuddin Nasution juga dikenal dalam jajaran kabinet Malaysia.
Tak hanya di bidang pemerintahan, dunia pendidikan juga diwarnai tokoh Nasution, seperti Andi Hakim Nasution yang sukses memimpin IPB Bogor, serta Harun Nasution yang membawa kemajuan bagi IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dorongan Persatuan dan Pelestarian Budaya
Melihat besarnya kontribusi tersebut, Parulian menilai Ikanas Sumut ke depan harus semakin peduli terhadap penguatan identitas dan persatuan Nasution.
Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai adat dan budaya Mandailing agar tetap lestari dan berkembang di seluruh Nusantara.
“Generasi Nasution ke depan tidak hanya sekadar ada, tetapi harus diperhitungkan secara nasional maupun daerah,” katanya.
Dukung Pembangunan Sumatera Utara
Di akhir pernyataannya, Parulian mengajak seluruh keluarga besar Nasution yang tergabung dalam Ikanas untuk bersatu, kompak, dan mendukung penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Saatnya Ikanas menunjukkan identitasnya dengan persatuan dan kontribusi nyata demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
(Baginda Ali Siregar)


Comments