Tingkatkan Ekonomi Warga, SPPG Sabungan Labusel Berdayakan UMKM Lokal
SUNGAIKANAN
suluhsumatera : Beberapa waktu belakangan, Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) Sabungan resmi beroperasi di Desa Sabungan, Kec. Sungaikanan, Kab. Labuhanbatu Selatan (Labusel).
SPPG yang dikelola Yayasan Binar Bersama Sejahtera ini menggandeng pelaku usaha lokal untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar.
Penanggung Jawab SPPG Sabungan, Syariah Hilaliyah Pulungan didampingi Kepala SPPG Anri K, dan Koordinator BGN Labusel Adil Pan Harahap kepada wartawan, Rabu (22/4/2026) mengatakan, pada tahap awal operasional ini, layanan dijalankan secara bertahap sekitar 2.274 porsi per hari, dengan penerimaan manfaat anak sekolah yang mencakup jenjang SD dan SMP.
SPPG ini menyajikan menu bervariasi setiap harinya, seperti daging dua kali seminggu, ikan satu kali setiap minggu, dan ayam satu kali setiap minggu, untuk memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, serat, dan asupan lainnya bagi para penerima manfaat.
"Untuk memenuhi kebutuhan daging, setiap minggu kami menyembelih dua ekor lembu yang dibeli dari peternak lokal. Seperti yang kita saksikan hari ini, ada dua ekor lembu yang disembelih. Hingga saat ini sudah ada delapan ekor lembu yang disembelih untuk kebutuhan SPPG Sabungan," ujar wanita yang karib disapa Ila ini.
Sejauh ini, kata dia, belum ada keluhan dari penerima manfaat SPPG Sabungan. Penerimaan masyarakat pun sangat baik.
"Makanya kami belum meningkatkan penerima manfaat untuk menjaga kualitas," imbuh Syariah.
Bukan hanya sekadar menyukseskan program makanan bergizi gratis Presiden RI, Prabowo Subianto, keberadaan SPPG Sabungan juga telah berkontribusi dalam menyerap tenaga kerja tempatan.
Saat ini, terdapat 47 relawan yang berasal dari lingkungan sekitar bekerja di SPPG Sabungan, termasuk tenaga profesional.
Bukan hanya itu, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, dalam operasionalnya SPPG Sabungan pun melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta petani lokal untuk penyediaan bahan baku.
Seperti tahu dan tempe misalnya, SPPG Sabungan menggandeng pengusaha setempat, Saddam Alpian Pane dan kebutuhan daging dipenuhi oleh peternak sapi setempat, yakni Dubit Andrianto. Sedangkan cabai merah dibeli dari BUMDes Sejahtera Sabungan.
"Langkah ini dilakukan agar program tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat. Bahan baku sesuai Juknis memanfaatkan UMKM, petani, dan peternak lokal, supaya ekonomi berputar di lingkungan sekitar," pungkasnya.
Manfaat keberadaan SPPG di Desa Sabungan cukup dirasakan pengusaha tahu setempat, Saddam Alpian Pane. Ia mengaku, sebelumnya produksi tahunya berkisar 70 Kg per hari, sekarang menjadi lebih dari 100 Kg per hari.
"Permintaan lumayan meningkat, seminggu SPPG Sabungan memesan dua kali masing-masing 25 papan. Produksi jadi meningkat. Selama ini pasar kami hanya pedagang pekanan," timpalnya.
Dia pun berharap program MBG terus berlanjut dan semakin banyak SPPG yang beroperasi di Kab. Labusel. Jika permintaan terus meningkat, ia juga berencana menambah jumlah pekerja dari tiga orang yang ada saat ini.
Suprianto, Direktur Bumdes Sejahtera Sabungan pun merasa sangat terbantu dengan beroperasinya SPPG di desa tersebut.
Menurutnya, budidaya cabai merah dan cabai rawit yang mereka kembangkan kini jadi lebih untung, karena penjualan ke SPPG menyesuaikan dengan harga pasar.
"Selama ini kami biasa jual ke pasar, harganya jauh lebih murah karena harus melalui tengkulak. Seperti hari ini misalnya, jika kami jual ke pasar harga cabai merah itu Rp19 ribu per Kg, sedangkan di SPPG Sabungan Rp28 ribu. Saat ini SPPG Sabungan membeli 10 Kg cabai merah setiap hari dari kebun kami," tandasnya.
Sementara itu, Koordinator BGN Labusel, Adil Pan Harahap mengatakan, keberadaan SPPG di Kab. Labusel memang berdampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat lokal.
Ia mencontohkan pada sektor peternakan misalnya, jika masing-masing SPPG sama seperti SPPG Sabungan yang menyembelih dua ekor sapi setiap minggu, maka kebutuhan saat ini mencapai 40 ekor sapi.
"Jika nantinya ada 52 SPPG di daerah ini, maka kebutuhannya mencapai 100 ekor sapi per minggu. Kebutuhan bahan pangan dalam satu SPPG menunjukkan skala ekonomi yang besar dan berkelanjutan," tutupnya.
(*/vin)






Comments