Warga Padangmatinggi Antusias Ikuti Sosialisasi Pemahaman Bansos
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Warga Kelurahan Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti sosialisasi pemahaman tentang bantuan sosial (bansos), yang digelar, Kamis (30/04/2026).
Sosialisasi Digelar untuk Edukasi Warga
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas Madrasah Nurul Ikhlas, Lingkungan III, Kelurahan Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Padangsidimpuan, Lurah Padangmatinggi, para kepala bidang Dinas Sosial, serta para kepala lingkungan setempat.
Sosialisasi ini menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk memahami secara lebih jelas mekanisme dan jenis bantuan sosial yang diberikan pemerintah.
Beragam Jenis Bansos Dijelaskan
Kepala Dinas Sosial Padangsidimpuan, Zufri Nasution dalam pemaparannya menjelaskan berbagai jenis bantuan pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Penerima Bantuan Iuran (PBI), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan bantuan lainnya.
Ia menegaskan, setiap jenis bantuan memiliki persyaratan dan mekanisme tersendiri yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Jadi, jangan diartikan bahwa semua masyarakat pasti mendapat bantuan tersebut. Semua jenis bantuan itu sudah ada ketentuannya,” ujarnya.
Penyaluran Bansos Berdasarkan Data Resmi
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penyaluran bantuan sosial mengacu pada data resmi yang telah diverifikasi secara nasional, sehingga tidak semua warga secara otomatis terdaftar sebagai penerima.
Hal ini diharapkan dapat menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait proses penyaluran bansos.
Lurah: Pentingnya Pemahaman dan Silaturahmi
Sementara itu, Lurah Padangmatinggi, Elinar Siregar, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman, tetapi juga mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, masih banyak warga yang belum memahami sistem pendataan bantuan sosial, khususnya terkait Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Jangan nanti ada yang bilang tidak dapat bantuan padahal merasa layak, namun setelah ditelusuri ternyata tidak terdaftar dalam DTKS,” jelasnya.
Harapan: Warga Lebih Paham dan Tidak Salah Persepsi
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami mekanisme bansos serta tidak lagi terjadi kesalahpahaman terkait penyalurannya.
Antusiasme warga yang hadir menjadi indikator bahwa kebutuhan akan informasi yang jelas dan transparan mengenai bantuan sosial masih sangat tinggi di tengah masyarakat.
(Baginda Ali Siregar)


Comments