Ganja Berulang Kali Ditemukan, Warga Wek VI Pasang Spanduk "Usir Pengedar dari Kampung"
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Perang melawan Narkoba pecah di kawasan Gang Dame II (Kampung Darek), Jalan A. Hutabarat, Kelurahan Wek VI, Kota Padangsidimpuan.
Warga yang resah karena berulang kali ditemukan ganja di lingkungan mereka akhirnya bergerak sendiri memasang spanduk penolakan keras terhadap pengedar narkoba dan mendesak aparat bertindak tegas.
Sepanjang tahun 2026, lokasi ini sudah dua kali menjadi titik temuan besar narkotika jenis ganja.
Pada Januari lalu, warga menemukan 24 ball ganja tak bertuan di samping rumah. Sebulan kemudian, polisi kembali menyita lebih dari 2 kilogram ganja dari sebuah rumah kontrakan di lokasi yang sama.
Fakta itu membuat masyarakat yakin bahwa wilayah mereka bukan lagi sekadar tempat penemuan, tetapi diduga telah menjadi titik rawan peredaran Narkoba.
Spanduk-spanduk penolakan kini terpasang jelas di sepanjang Jalan A. Hutabarat, Lingkungan VI.
Tulisan bernada keras pun terpampang terang, "Pengedar Narkoba Adalah Pengkhianat Bangsa, Boikot dan Usir dari Kampung Kita” dan “Kami Masyarakat Kelurahan Wek VI Menolak Keras Peredaran Narkoba di Kampung Kami.”
Bukan hanya spanduk, warga juga mengedarkan surat undangan pertemuan untuk percepatan pemberantasan narkoba yang melibatkan tokoh masyarakat, lurah, camat, hingga aparat penegak hukum.
Kasat Resnarkoba Polres Padangsidimpuan, AKP. Juli Purworno, saat dikonfirmasi, pada Kamis (06/05/2026), menyatakan pihaknya mendukung penuh gerakan masyarakat tersebut.
“Kami mendukung gerakan masyarakat untuk turut serta memberantas narkoba dengan cara persuasif. Kami juga akan melakukan GSN di Kampung Darek,” ujarnya.
Menanggapi spanduk penolakan dan surat pertemuan warga terkait percepatan pemberantasan narkoba, AKP. Juli Purworno menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam.
"Akan kami tindak lanjuti,” tegasnya singkat.
Berulangnya temuan ganja di lokasi yang sama memunculkan dugaan adanya jaringan yang masih aktif bermain di kawasan tersebut.
Warga berharap polisi tidak hanya menyita barang bukti, tetapi juga membongkar aktor utama di balik peredaran narkoba yang terus menghantui lingkungan mereka.
Bagi masyarakat Kampung Darek, ini bukan lagi sekadar soal hukum, tetapi soal menyelamatkan masa depan anak-anak mereka.
(sule)

Comments