Melestarikan Tradisi Lewat Festival Budaya Sungaikanan
KOTAPINANG
suluhsumatera : Kegiatan bertajuk "Festival Budaya Sungaikanan" akan digelar di Lapangan Kantor Camat Sungaikanan, Kab. Labuhanbatu Selatan, pada 30 hingga 31 Mei mendatang.
Festival ini dihelat di wilayah yang memang masih kental dengan adat budaya. Penyelenggaranya ialah Lembaga Pemuda Kreatif Berbudaya Sungaikanan bekerja sama dengan Karang Taruna Kec. Sungaikanan, dan pemerintah setempat.
Ketua Karang Taruna Kec. Sungaikanan, Faiz Akhwaji Siregar kepada suluhsumatera, Minggu (17/5/2026) menuturkan, kegiatan ini akan menghadirkan berbagai pertunjukan, seperti senam sehat, jalan santai, seminar, hiburan tari anak kampung, band lokal, nasyid lokal, onang-onang, gondang Batak, hingga tari anak sekolah.
Festival ini kata dia, melibatkan pemerintah daerah, UMKM, tokoh adat , OKP, dan pihak lain, yang tujuannya melestarikan budaya lokal sehingga tetap eksis ditengah masyarakat masa kini dan tentunya lestari.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pemuda Kreatif Berbudaya Sungaikanan ini bercerita, salah satu kebudayaan yang akan ditampilkan pada festival adalah Onang-onang.
Ini merupakan salah satu kesenian tradisional, berupa nyanyian atau syair dari Suku Angkola dan Mandailing, yang masih dapat dijumpai dalam berbagai hajatan masyarakat di Kec. Sungaikanan.
Dalam pertunjukan Onang-onang, syair dilantunkan biasanya diiringi alat musik tradisional, seperti seruling dan gondang, untuk menyampaikan pesan moral, doa, pujian, serta nasihat kehidupan.
Tradisi ini biasanya digelar sebagai ungkapan syukur dalam berbagai perayaan, seperti pernikahan, kelahiran anak, atau memasuki rumah.
Tapi, beberapa dekade terakhir, pertunjukan ini semakin jarang digelar. Masyarakat lebih memilih penampilan organ tunggal dalam berbagai hajatan.
"Festival ini bermaksud melestarikan budaya lokal di era digital. Festival Budaya Sungaikanan diinisiasi sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak untuk menghidupkan kembali identitas budaya Sungaikanan dan menjadikannya sebagai poros pemajuan kebudayaan," ungkap Faiz.
Disebutkan, kegiatan ini tidak sekadar perayaan, melainkan sebuah platform strategis untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian dan pengembangan budaya, khususnya yang berbasis pada kearifan lokal di sekitar sungai.
Melalui festival ini, ia berharap dapat menciptakan ruang interaksi yang mempromosikan toleransi, menghargai keberagaman, dan memperkuat ikatan sosial antar masyarakat.
"Dikarenakan generasi muda hari ini cenderung semakin terasing dari akar budaya mereka, sehingga festival ini menjadi jembatan untuk memperkenalkan dan menumbuhkan kecintaan terhadap warisan leluhur. Dari kegiatan ini diharapkan semakin meningkatnya kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap budaya lokal serta munculnya inovasi dan kreasi baru dari seniman lokal," timpalnya.
Ketua Karang Taruna Kab. Labusel, Andi Syahputra Nasution sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ia pun sepakat, kebudayaan perlu dilestarikan sebagai jati diri dan kekayaan daerah.
"Kegiatan ini diharapkan dapat melestarikan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap nilai-nilai budaya di Labuhanbatu Selatan. Apa lagi di Kab. Labusel ini banyak etnis dan jenis budaya," terangnya.
Andi menyebut, pemuda memiliki peran penting dalam memperkuat kebudayaan yang ada dalam rangka kemajuan daerah. Menurutnya, dari kegiatan ini diharapkan dapat digali langkah-langkah agar kebudayaan itu tidak memudar.
(*/sya)


Keren. Pemuda berbudaya, pemuda beradab..
ReplyDelete