Renungan Jumat, Parulian Nasution: Syukuri Hidup dan Jangan Terlalu Mengejar Dunia
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Dalam renungan Jumat yang penuh makna, Parulian Nasution mengingatkan masyarakat agar tidak terlena dalam mengejar dunia hingga melupakan arti kehidupan yang sesungguhnya.
Menurutnya, banyak manusia yang rela mengorbankan kesehatan demi mendapatkan uang. Namun pada akhirnya, uang yang dikumpulkan justru habis demi memulihkan kesehatan.
Jangan Sibuk Mengejar Masa Depan Hingga Lupa Menikmati Hari Ini
Parulian mengatakan, manusia sering kali terlalu khawatir terhadap masa depan sehingga lupa menikmati kehidupan yang sedang dijalani saat ini.
“Dia sangat khawatir dengan masa depannya sampai dia tidak menikmati masa kini,” ungkapnya.
Ia menilai, kondisi tersebut membuat seseorang seolah tidak hidup di masa kini maupun di masa depan. Bahkan, manusia hidup seakan tidak akan pernah mati, namun akhirnya meninggal tanpa benar-benar memahami makna hidup yang sesungguhnya.
Hidup Adalah Titipan, Jangan Sombong dan Jangan Minder
Dalam pesannya, Parulian mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT dan menikmati hidup dengan penuh keikhlasan.
“Bersyukurlah dengan nikmat yang kita dapatkan dan nikmatilah hidup ini, tapi ingat esok kita akan mati. Sesungguhnya kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi esok,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa manusia lahir dengan tangan kosong dan akan kembali kepada Sang Pencipta juga tanpa membawa apa pun.
“Ketika kita lahir, dua tangan kita kosong. Ketika meninggal, kedua tangan kita juga kosong. Waktu datang dan pergi kita tidak membawa apa-apa,” katanya.
Parulian menegaskan agar manusia tidak sombong karena harta maupun jabatan, dan sebaliknya tidak merasa rendah diri karena kekurangan.
Kedudukan dan Harta Hanyalah Pinjaman
Menurutnya, semua yang dimiliki manusia di dunia hanyalah titipan sementara. Karena itu, setiap orang diminta tetap rendah hati meskipun memiliki kedudukan tinggi serta tetap percaya diri walau hidup dalam keterbatasan.
“Sebab kita semua hanyalah tamu dan semua milik kita hanyalah pinjaman,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa saat meninggal dunia, manusia tidak membawa harta ataupun jabatan. Yang akan dibawa hanyalah amal kebaikan ataupun dosa selama hidup di dunia.
“Hanya pahala kebajikan atau dosa kejahatanlah yang akan kita bawa,” imbuhnya.
Maknai Jumat dengan Iman, Ilmu dan Amal
Parulian juga mengutip sebuah peribahasa yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.
"Datang ditemani oleh senyum, pergi ditemani oleh tangis. Ketika kita meninggal hanya ditemani ibadah,” sebutnya.
Di akhir, ia mengajak masyarakat untuk tetap bersyukur, ikhlas, dan menjalani hidup dengan penuh keimanan tanpa dibayangi penyesalan masa lalu maupun kecemasan akan masa depan.
“Tetaplah bersyukur dan ikhlas kepada Allah setiap detik dalam keadaan apa pun. Hiduplah di saat yang benar-benar ada dan nyata untuk kita, bukan dalam bayang-bayang masa lalu,” pungkasnya.
“Jangan cemas dengan masa yang akan datang yang belum tentu tiba. Mari kita maknai Jum’at ini dengan penuh keberkahan didasari iman, ilmu dan amal, iman, Islam dan ikhsan", tandasnya.
(BAS)

Comments