Harga TBS Kelapa Sawit di Labusel Anjlok
KOTAPINANG
suluhsumatera : Penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang tata kelola ekspor komoditas Sumber Daya Alam (SDA) berimbas pada penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.
Di Kab. Labusel, dalam dua hari terakhir terjadi penurunan drastis harga TBS kelapa sawit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Jumat (22/5/2026), harga TBS kelapa sawit kembali mengalami penurunan tajam, yakni antara Rp.400 hingga Rp.500/Kg.
Sehari sebelumnya, Kamis (21/5/2026), harga TBS kelapa sawit juga mengalami penurunan antara Rp.100 hingga Rp.200/Kg.
“Totalnya penurunan harga sudah mencapai Rp.800/Kg," ungkap Budi Siregar, petani kelapa sawit di Desa Mampang, Kec. Kotapinang.
Dikatakan, anjloknya harga TBS kelapa sawit ini menambah beban penderitaan petani. Menurutnya, dalam dua bulan ini petani sudah dibuat sulit karena penurunan produksi (trek) hingga 70 persen, yang diperparah dengan kenaikan harga pupuk juga pestisida, akibat kurs Dollar terhadap Rupiah serta dampak perang Iran, Amerika, dan Israel.
"Harga berbagai jenis pupuk, seperti Urea, MOP, TSP, dan NPK mengalami kenaikan rata-rata Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per karung, sehingga menyulitkan petani melakukan perawatan tanaman. Sekarang harga TBS kelapa sawit di tingkat petani hanya berkisar Rp.2.000 hingga Rp2.200/Kg, padahal sebelumnya sudah mencapai Rp.3.000/Kg. Kondisi ini sangat menyulitkan,” pungkasnya.
Ia berharap pemerintah memiliki solusi cepat agar kondisi harga ini tidak berkepanjangan. Menurutnya, jika harga TBS kelapa sawit dibawah Rp.2.000/Kg, petani akan kesulitan merawat tanaman dan memenuhi kebutuhan hidup.
(*/sya)

Comments