Tidak Ada Harimau, Monyet akan Jadi Raja
PERIBAHASA "Tidak ada harimau, monyet akan jadi raja" bermakna bahwa seseorang yang tidak memiliki keahlian atau kekuasaan akan bertindak semena-mena dan berlagak berkuasa, apabila di tempat tersebut tidak ada lagi pemimpin atau orang yang lebih pintar dan berwibawa yang biasanya disegani.
Ini menggambarkan situasi di mana orang yang tidak kompeten memimpin atau bertindak sewenang-wenang hanya karena tidak ada saingan atau pengawas di lingkungannya.
Hal tersebut sejalan dengan ungkapan senada dalam budaya Barat, "when the cat's away, the mice will play", yang menggambarkan hilangnya sosok berwenang atau berwibawa sering kali membuat pihak-pihak yang biasanya tertib menjadi bebas bertindak sesukanya.
Jika di suatu tempat, orang yang berwibawa, pintar, atau berkuasa telah pergi, maka orang yang bodoh atau tidak cakaplah yang akan menggantikan kedudukannya untuk memimpin atau bertindak sewenang-wenang.
Ketidakhadiran sosok kuat, adil, dan dihormati (harimau), akan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak kompeten atau berilmu rendah (monyet) untuk mengambil alih kekuasaan dan berbuat semaunya.
Secara umum, ungkapan ini sejalan dengan pepatah "tak ada rotan akar pun berguna" atau situasi di mana standar kualitas menjadi menurun drastis karena hilangnya sosok yang ideal. (*)

Comments