Bakar Keranda Mayat di Kantor Kejaksaan, GEMPPAR Minta Periksa Dinas Perhubungan
KISARAN
suluhsumatera : Puluhan massa dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Reformasi (GEMPPAR) Asahan membakar replika keranda mayat saat unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan, Jalan W. R. Supratman, Kisaran, Senin (10/8/2026).
Pembakaran keranda mayat tersebut sebagai simbol matinya penegakan hukum terkait kasus korupsi.
"Kami datang dengan membawa dan membakar miniatur keranda mayat ini sebagai bentuk kekecewaan akibat matinya penegakan hukum terhadap kasus-kasus dugaan korupsi yang ada di Kejari Asahan. Terutama kasus dugaan korupsi di Dinas Perhubungan Asahan," tegas Ketua GEMPPAR Asahan, Raihan Panjaitan dalam orasinya.
"Banyak kasus -kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sudah dilaporkan oleh aktivis mahasiswa, aktivis LSM dan masyarakat penggiat anti korupsi di Kejaksaan Asahan ini. Namun, hingga hari ini tidak satupun yang dilakukan penyidikan," ujar Raihan Panjaitan.
Setelah melakukan orasi secara bergantian, massa akhirnya diterima oleh Kasi Intel Kejari Asahan, Fahri Rahmadhani, SH, MH. Dalam jawabannya, Fahri mengaku akan menindaklanjuti semua yang diharapkan oleh massa GEMPPAR.
"Kami akan segera melakukan penyelidikan terhadap kasus korupsi yang hari ini adik-adik laporkan," tegas Fahri.
Sebelumnya, massa GEMPPAR melakukan aksi di Kantor Bupati Asahan, Jalan Jenderal Sudirman, Kisaran. Dalam aksi itu, massa mendesak Bupati Asahan untuk segera mencopot oknum Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Asahan.
Dalam aksi itu, massa diterima oleh Wakil Bupati Asahan Rianto. Dalam jawabannya, Rianto berjanji akan memanggil Kepala Dinas Perhubungan.
"Nanti akan saya panggil langsung Kadisnya dan akan menanyakan apa permasalahannya. Coba adik-adik catat nomor saya, biar semua informasi yang dikirim ke nomor saya, akan saya tindaklanjuti," kata Wabup Asahan.
(hendri)

Comments