Burung Ditangkap, Busur Disembunyikan
PERIBAHASA "Burung ditangkap, busur disembunyikan" memiliki makna tentang sikap habis manis sepah dibuang atau melupakan orang yang telah berjasa setelah tujuan kita tercapai.
Pepatah ini merupakan peribahasa klasik Tionghoa (Niao Jin Gong Cang) yang menggambarkan situasi di mana seseorang atau suatu alat hanya dihargai saat dibutuhkan, namun langsung dicampakkan atau disingkirkan begitu kegunaannya habis.
Metafora burung ditangkap melambangkan target, musuh, atau tujuan yang sudah berhasil diraih.
Busur disembunyikan (atau dihancurkan) melambangkan alat, bantuan, atau orang berjasa yang pengetahuannya sudah tidak diperlukan lagi.
Contoh penerapan di dunia nyata, semisal seorang relawan berjuang memenangkan seorang calon pemimpin.
Setelah calon tersebut terpilih, relawan tersebut diabaikan dan tidak dilibatkan lagi. (*)

Comments