KAHMI dalam Prospek Masa Depan
Oleh: Parulian Nasution
HIMPUNAN Mahasiswa Islam (HMI) telah melahirkan kader-kader yang tersebar di berbagai bidang kehidupan.
Mereka hadir di berbagai profesi dan ruang pengabdian, namun tetap membawa identitas yang sama: nilai-nilai HMI yang berlandaskan Islam, keindonesiaan, dan intelektualitas.
Warna pakaian boleh berbeda, tetapi kehormatan jaket hijau hitam tetap melekat sebagai simbol pengkaderan dan pengabdian.
Proses Kaderisasi yang Menentukan Identitas
Menjadi kader HMI bukanlah proses yang instan. Seseorang harus melalui Basic Training atau Latihan Kader I (LK I) untuk menjadi anggota biasa.
Setelah itu, kaderisasi berlanjut melalui Intermediate Training (LK II) hingga Advance Training (LK III), ditambah berbagai kursus kekaryaan seperti LAPMI (Lembaga Pers Mahasiswa Islam), P3I (Pusat Pengkajian dan Pengembangan Informasi), serta pelatihan lainnya.
Karena itu, menjadi kader HMI merupakan sebuah kehormatan yang diperoleh melalui proses seleksi dan pembinaan. Mengikuti Masa Perkenalan Calon Anggota (Maperca) saja belum cukup untuk disebut sebagai kader HMI.
Menjaga Keaslian Nilai-Nilai HMI
Fenomena munculnya pihak-pihak yang mengatasnamakan diri sebagai kader HMI tanpa pernah mengikuti proses kaderisasi menjadi tantangan tersendiri.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengaburkan identitas serta nilai perjuangan organisasi.
Persoalan tersebut membutuhkan kajian yang mendalam agar Nilai Dasar Perjuangan (NDP) dan Tafsir Asas HMI tetap terjaga sebagai pedoman kader dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.
Jejak Sejarah dan Kontribusi HMI
Perjalanan HMI tidak dapat dipisahkan dari sejarah bangsa Indonesia. Jenderal Soedirman pernah menyebut HMI sebagai "Harapan Masyarakat Indonesia".
Sementara Jenderal Ahmad Tirtosudiro dikenal memberikan dukungan terhadap eksistensi HMI dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, banyak kader HMI dipercaya menduduki posisi strategis di kabinet, di antaranya Akbar Tanjung yang pernah menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Perumahan Rakyat, hingga Menteri Sekretaris Negara.
Selain itu, terdapat Mar'ie Muhammad yang dikenal luas sebagai salah satu menteri dengan integritas tinggi.
KAHMI dan Kepemimpinan Masa Depan
Sebagai wadah berhimpunnya alumni HMI, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) memiliki potensi besar dalam melahirkan pemimpin bangsa.
Nilai-nilai kepemimpinan yang dibangun selama proses kaderisasi menekankan kemampuan negosiasi, lobi, kerja sama tim, objektivitas, integritas moral, serta dedikasi terhadap kepentingan masyarakat.
Kader HMI dan KAHMI juga dibekali kompetensi akademik, emosional, sosial, dan spiritual yang menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Milad ke-60: Momentum Transformasi
Memasuki usia ke-60, KAHMI dinilai telah matang sebagai organisasi alumni.
Berbagai dinamika internal dipandang sebagai bagian dari proses pendewasaan organisasi menuju arah yang lebih baik.
Saatnya KAHMI semakin memperkuat perannya dalam membesarkan HMI, membangun silaturahmi tanpa sekat, mengedepankan kolaborasi, serta memperkuat kualitas kader yang berjiwa nasionalis dan religius.
Mendorong Kewirausahaan dan Politik Berkualitas
Tidak semua kader HMI memiliki minat dan talenta di bidang politik. Karena itu, KAHMI diharapkan mampu membangun ekosistem kewirausahaan bagi kader agar lahir generasi yang mandiri secara ekonomi.
Di sisi lain, KAHMI juga diharapkan terus mendorong hadirnya sistem politik yang konstruktif, inovatif, dan berintegritas sehingga kader yang terjun ke dunia politik memiliki kesiapan moral maupun finansial.
KAHMI untuk Kemajuan Bangsa
Ke depan, KAHMI diharapkan terus bertransformasi melalui gerakan KAHMI Berbagi dan KAHMI Peduli sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.
Dalam membangun Indonesia, KAHMI diharapkan tetap mengedepankan empat pilar kedaulatan, yaitu Kedaulatan Tuhan, Kedaulatan Hukum, Kedaulatan Rakyat, dan Kedaulatan Negara, yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila: Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial.
Momentum Milad ke-60 menjadi pengingat bahwa KAHMI memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kesinambungan perjuangan HMI sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Selamat Milad ke-60 KAHMI. Jayalah KAHMI dan teruslah menjadi kekuatan yang membesarkan HMI demi Indonesia yang lebih maju. (*)
Penulis adalah peserta Student Work Camp, Lhokseumawe, Aceh Utara 1986.
Comments