Proyek Galian Pipa Gas di Labusel Timbulkan Banyak Masalah
KOTAPINANG
suluhsumatera : Sudah lebih kurang satu bulan proyek pemasangan jaringan pipa gas bumi milik PGN berlangsung di sejumlah lokasi di Kab. Labusel.
Sepanjang pelaksanaan proyek ini, keluhan warga khususnya pengguna jalan pun mengalir deras.
Pelaksanaan proyek strategis nasional ini dituding menimbulkan banyak masalah dan mengabaikan keselamatan masyarakat.
Sebab, pihak rekanan melakukan penggalian menggunakan alat berat secara serampangan, sehingga merusak kabel optik yang tertanam di pinggir jalan.
Akibatnya, selama proyek tersebut berlangsung lebih kurang satu bulan, sinyal telepon seluler kerap terganggu.
Kondisi itu dirasakan masyarakat di seputaran Desa Asam Jawa, Desa Aek Batu, hingga Desa Torgamba di Kec. Torgamba.
Bukan hanya permasalahan sinyal komunikasi seluler, warga pun mengeluhkan kemacetan yang kerap terjadi akibat proyek tersebut.
Pihak rekanan meletakkan alat berat dan material pipa di badan jalan, sehingga terjadi penyempitan.
Padahal alat berat dan material pipa dapat diletakkan di luar badan jalan, tapi ntah apa alasannya mereka mengerjakan penggalian dari badan jalan.
Parahnya, eskavator yang seharusnya tidak boleh berjalan di jalan beraspal, justru lalu-lalang tanpa hambatan.
Sebagian warga lainnya juga menyoroti galian yang dilakukan terlalu dekat dengan badan jalan. Parahnya, setelah digali dan pipa dimasukkan, permukaan tanah tidak dipadatkan kembali.
Kondisi ini disebut memicu tanah di sekitar lokasi menjadi labil. Dikhawatirkan, kondisi tanah tersebut akan membuat pengendara celaka, khususnya truk bermuatan besar.
Sebab, kondisi tanah yang labil akan mudah longsor dan amblas, sehingga membahayakan.
Selain itu, banyak galian berada di lokasi tiang listrik. Setelah digali dan pipa dimasukkan, tanahnya hanya ditutupkan begitu saja, tanpa pemadatan memadai, dan ini dirasakan sangat membahayakan.
(*)

Comments