--> Memilih Kotak Kosong Sama Dengan Merugikan Warga, Ferry SP Sinamo: Masyarakat Pematangsiantat Sudah Pintar dan Cerdas | suluh sumatera

Memilih Kotak Kosong Sama Dengan Merugikan Warga, Ferry SP Sinamo: Masyarakat Pematangsiantat Sudah Pintar dan Cerdas

Bagikan:

Memilih Kotak Kosong Sama Dengan Merugikan Warga, Ferry SP Sinamo: Masyarakat Pematangsiantat Sudah Pintar dan Cerdas

Ferry SP Sinamo Ketua Tim Pemenangan Pasangan Asner Silalahi-dr. Susanti (Pasti). Foto: suluhsumatera/syahru.
Ferry SP Sinamo Ketua Tim Pemenangan Pasangan Asner Silalahi-dr. Susanti (Pasti). Foto: suluhsumatera/syahru.


PEMATANGSIANTAR


suluhsumatera : Setelah hampir seluruh partai politik di Kota Pematangsiantar memutuskan untuk mengusung satu pasangan bakal calon walikota-wakil walikota pada Pilkada 2020 Pematangsiantar, yakni Ir. Asner Silalahi, MT dan dr. Susanti Dewayani (Pasti), hampir dipastikan Pilkada 9 Desember 2020 mendatang, masyarakat akan diperhadapkan antara dua pilihan, yaitu memilih pasangan Asner-Susanti atau kotak kosong.


Terkait hal itu, Ketua Tim Pemenangan Pasti, Ferry SP. Sinamo mengatakan, kenyataan ini merupakan bagian dari demokrasi dan apa yang telah dipilih partai merupakan representasi masyarakat Kota Pematangsiantar. 


Sebab kata dia, masing-masing partai telah dahulu melakukan survei kepada masyarakat tentang kelayakan seorang pemimpin di Kota Pematangsiantar ini.


Ferry kepada wartawan, Jumat (11/8/9/2020) memaparkan, dalam survei tersebut ada acuan atau standar kelayakan seorang pemimpin, yang ditanyakan kepada masyarakat. 


Beberapa kriterianya jelasnya, seperti kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dari pasangan calon, karir atau pengalaman kerja, karakter atau gaya kepemimpinan dan lain sebagainya.


"Berdasarkan hasil survei terhadap semua orang yang mendaftar ke partai, nama pasangan Asner Silalahi dan Susanti lebih unggul. DPP partai telah mendengarkan aspirasi rakyat tentang siapa yang layak memimpin Pematangsiantar ini. Karena ini aspirasi rakyat, ya tolong kita buktikan nanti di 9 Desember 2020 mendatang di TPS," pungkas Ferry.


Pria yang pernah menjabat sebagai Komisaris PT. Inalum ini mengatakan, dalam hal menentukan pemimpin di kota ini ada dua sistem, aklamasi dan voting.


Menurutnya, kotak kosong juga bagian dari demokrasi, namun pilihan itu diyakini hanya merugikan masyarakat Kota Pematangsiantar, sebab pemerintah pusat akan menghunjuk Penjabat (Pj) Walikota Pematangsiantar.


Untuk itu, dirinya menyakini, bahwa warga Kota Pematangsiantar merupakan orang cerdas.


Ferry yang merupakan Anggota DPRD Kota Pematangsiantar periode 2019-2024 dari PDI Perjuangan ini menambahkan, partai punya alasan untuk mengusung Pasti dan kunci utamanya berdasarkan hasil survei kelayakan.


Masih menurut Ferry, ada banyak kelebihan Asner Silalahi-dr. Susanti Dewayani ini, yang membuat para pengurus Parpol jatuh hati, selain elektabilitasnya lebih diunggul di tengah masyarakat, Asner Silalahi memiliki gaya komunikasi yang baik dan mengedepankan hubungan.


"Namun, yang paling utama itu adalah hasil voling yang dilakukan Parpol. DPP Parpol melakukan survei dan dari hasil survei ini, bahwa Asner Silalahi lebih unggul dibanding orang yang mendaftar lainnya," katanya.


"Partai tidak ingin konyol untuk mengusung pasangan dan partai ingin orang yang dicalonkannya itu menang," tegas Ferry. (syahru)

KOMENTAR