--> Seorang IRT Nyaris Jadi Korban Hipnotis Saat Belanja di Pasar Tradisional Kisaran | suluh sumatera

Seorang IRT Nyaris Jadi Korban Hipnotis Saat Belanja di Pasar Tradisional Kisaran

Bagikan:

Seorang IRT Nyaris Jadi Korban Hipnotis Saat Belanja di Pasar Tradisional Kisaran


KISARAN

suluhsumatera : Seorang warga Kampung Bunga, Kec. Pulau Bandring, Kab Asahan, Jamilah, 46 nyaris menjadi korban hipnotis oleh dua orang wanita yang tidak dikenalnya di Pasar Tradisional, Jalan H. Misbah Kisaran, Sabtu (17/10/2020).


Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, awalnya Jamilah yang merupakan ibu rumah tangga itu pergi ke pasar untuk belanja kebutuhan mereka di Pasar Tradisional, Jalan  H. Misbah.


Namun, saat asik berjalan di sekitar pasar, tiba-tiba korban ditegur dan dijaak ngobrol oleh dua orang wanita yang tidak dikenalnya.


Saat asik ngobrol, tiba-tiba kedua pelaku yang merupakan warga Kota Pematangsiantar itu, membujuk korban Jamilah untuk membuka cincin emas seberat 3 mayam yang dipakainya. Kedua pelaku lalu menggantikan sebuah kalung imitasi ke leher korban.


Setelah pulang belanja, sampai di rumah, korban yang tersadar langsung terkejut melihat cincin yang dipakainya raib dari tangannya dan melihat kalung imitasi yang dipakainya.


Melihat hal itu, korban langsung bergegas balik ke pasar untuk mencari kedua pelaku yang diduga masih beraksi mencari korban lainnya di pasar. 


Benar saja, saat dicari korban yang tanda pada kedua pelaku, terlihat sedang menghipnotis korban lainnya di pasar.


Korban Jamilah yang sudah emosi, langsung berteriak dan menghardik kepada keduanya dengan mengatakan, agar cincinnya dipulangkan.


Mendengar itu, kedua pelaku berusaha mengelak dan membantah semua tudingan Jamilah hingga ketiganya berdebat mengundang kerumunan orang.


Tidak mau pelaku pencuri cincinnya kabur, Jamilah langsung menjerit histeris, sehingga membuat masyarakat yang belanja ramai mengepung keduanya.


Karena ramai orang, kedua wanita itu lalu diperiksa oleh masyarakat lainnya. Benar saja, saat diperiksa warga dari dalam bra seorang pelaku ditemukan cincin milik Jamilah dan dua cincin yang diduga milik korban lainnya.


Melihat barang bukti cincin milik korban ada pada salah seorang pelaku, masyarakat yang ramai sempat emosi pada kedua wanita itu. 


Bahkan, keduanya nyaris diamuk massa saat tidak mau mengakui kalau mereka ada mencuri dengan menghipnotis.


Untung saja warga langsung menghubungi polisi dari Polsek Kota dan polisi langsung menggiring keduanya ke Mapolsek Kota Kisaran.


Sementara, korban Jamilah yang ditemui mengaku, tersadar saat dirinya sampai rumah.


"Saya sadarnya, saat sudah sampe rumah, dan saat kembali ke pajak, saya masih tanda sama pelakunya. Lalu saya bilang pulangkan cincinku,"'jelas Jamilah.


"Menjerit aku minta tolong sama orang-orang sekitar, rame orang ikut menangkap pelaku," sebut Jamilah saat di pasar.


Terpisah, Kapolsek Kota Kisaran, Iptu. IR. Sitompul yang dikonfirmasi, Sabtu (17/10/2020), melalui Kanit Reskrim, Ipda. Erwin Syahrizal, SH, MH mengaku, kedua pelaku terduga hipnotis masih diperiksa.


"Untuk data kedua pelaku dan kronologis, sabar dulu. Kalau korban dan pelaku sudah siap diperiksa penyidik. Akan kita buat laporan," ujar Kanit. (dri)

KOMENTAR