--> Kelurahan Mekar Baru dan Puskesmas Sidodadi Gelar MMD | suluh sumatera

Kelurahan Mekar Baru dan Puskesmas Sidodadi Gelar MMD

Bagikan:

Kelurahan Mekar Baru dan Puskesmas Sidodadi Gelar MMD


KISARAN


suluhsumatera : Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Puskesmas Sidodadi bersama Pemerintah Kelurahan Mekar Baru melaksanakan Survey Mawas Diri (SMD) dilanjutkan dengan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di Aula Kelurahan Mekar Baru, Selasa (24/11/2020).


Lurah Mekar Baru, Rudiato mengatakan, Survey Mawas Diri ini sangatlah penting, sebab untuk mengetahui segala permasalahan yang muncul di masyarakat, khususnya Kel. Mekar Baru.


"Survey ini sangat penting dan baik, agar kita mengetahui permasalahan yang ada di kelurahan kita dan mencari solusinya," tegasnya.


Sementara, Kepala Puskesmas diwakili KTU Puskesmas Sidodadi, Farida menyampaikan paparan hasil Survey Mawas Diri (SMD) Permasalahan Kesehatan dilaksanakan masyarakat didampingi oleh Bidan Desa.


"MMD ini bertujuan membahas hasil SMD yang dilaksanakan secara door to door dari 5 persen jumlah penduduk Mekar Baru," jelasnya.


Farida mengatakan, setelah disurvey, diolah datanya, ternyata hasilnya dari 35 pertanyaan yang dilempar untuk survey tidak memunculkan masalah krusial, hanya ada beberapa masalah yang harus dibenahi.


"Dari hasil SMD ada 1 masalah yang harus dimusyawarahkan untuk mencari solusi yaitu, masih ada 36 persen masyarakat yang belum mengetahui gejala penyebab penyakit hepatitis, dikarenakan kurangnya sosialisasi tenaga medis, dan media kesehatan tentang hepatitis," ujarnya.


Menurut Farida solusinya adalah, tenaga medis dan pihak kelurahan serta kader Posyandu agar lebih meningkatkan sosialisasi tentang hepatitis, mengusulkan media kesehatan seperti banner ke dinas kesehatan.


Diakhir dirinya menjelaskan, ada dua jenis pelayanan di Puskesmas yaitu, pelayanan dalam gedung (pelayanan kesehatan) dan pelayanan luar gedung (pelayanan Posyandu, Toga).


"Target kita selanjutnya, masih ada 52,8 persen masyarakat mengatakan HIV/AIDS bisa disembuhkan, padahal penyakit tersebut tidak bisa disembuhkan, juga akan melaksanakan kembali Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR)," tutupnya. (adha)

KOMENTAR