--> KPU Asahan Hadirkan 4 Penguji dari Akademisi dan 1 Profesional pada Debat Kedua Pilkada | suluh sumatera

KPU Asahan Hadirkan 4 Penguji dari Akademisi dan 1 Profesional pada Debat Kedua Pilkada

Bagikan:

KPU Asahan Hadirkan 4 Penguji dari Akademisi dan 1 Profesional pada Debat Kedua Pilkada


KISARAN


suluhsumatera : KPU Asahan akan menggelar debat publik kedua Pilkada Asahan, yang akan dilangsungkan, pada Kamis(26/11/2020), di Hotel Four Poin, Jalan Gatot Subroto, Kota Medan.


Dalam debat kandidat kedua itu, KPU mengambil tema "Pembangun Asahan Melalui Penguatan Konektivitas Pusat dan Provinsi, dalam bingkai NKRI", yang akan disiarkan langsung oleh stasiun TV swasta lokal.


Hal itu dikatakan Komisioner KPU Asahan, Samiun Sembara Marpaung, Selasa (24/11/2020), di Kantornya. 


Disebutkan, dalam debat tersebut, KPU mengambil tema itu, untuk membangun semangat para pemilih, sekaligus para bakal calon untuk membangun Kab. Asahan lebih baik lagi kedepannya.


Selain tema tersebut, Samiun membeberkan beberapa segmen dan beberapa sub tema pada debat kandidat.


"Sub tema yang kita usung, menyelesaikan persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten dan provinsi dengan nasional. Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kebangsaan serta penanggulangan Narkoba," ujar Samiun.


Dikatakan, dalam debat nanti, KPU akan menghadirkan beberapa pemateri dari akademisi yakni, Hamdani, Luspidawati, Marasamin, Agus Suriadi, dan seorang dari profesi, Edi Ihsan.


"Acara debat akan dilangsungkan, pada tanggal26, dimulai pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB," sebut Samiun.


Selain itu, Samiun juga berharap, debat yang akan dilakukan di Kota Medan itu dapat berjalan baik, seperti debat yang sudah dilakukan beberapa hari lalu.


"Dengan perdebatan ini masyarakat bisa lebih mengenali para calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Asahan, yang nanti akan bisa menentukan pilihannya, pada 9 Desember," imbuhnya.


Samiun juga mengimbau supaya masyarakat Kab. Asahan bijaksana dalam bermain media sosial, agar tidak terprofokasi dengan berita-berita bohong. (dri)

KOMENTAR