--> Rumah Orangtua Owner BMW Cash di Asahan Diserang Ratusan Member yang Merasa Tertipu | suluh sumatera

Rumah Orangtua Owner BMW Cash di Asahan Diserang Ratusan Member yang Merasa Tertipu

Bagikan:

Rumah Orangtua Owner BMW Cash di Asahan Diserang Ratusan Member yang Merasa Tertipu


ASAHAN

suluhsumatera : Rumah orangtua owner BMW Cash di Dusun VII, Desa Punggulan, Kec. Air Joman, Kab Asahan, "diserang" ratusan member yang merasa tertipu dengan insvestasi yang diduga bodong tersebut.


Ratusan massa mengepung dan menghancurkan rumah serta melempari seluruh kaca jendela juga memporak-porandakan rumah tersebut, pada Jumat (13/11/2020) sekira pukul 22.30 WIB.


Kedatangan ratusan massa itu, akibat tidak adanya kejelasan uang mereka yang selama ini diinvestasikan kepeada owner berinisial DPW alias Sug, 39.


Beruntung, sejumlah personel dari Polsek Air Joman dibantu personel Polres Asahan, segera datang meredakan amarah massa dan melarang berbuat anarkis. 


Pantauan wartawan, ratusan massa melempari dan menghancurkan bunga dan kursi depan serta samping rumah orangtua owner hingga berantakan.


Bahkan, sejumlah pintu kaca depan dan samping terlihat pecah. Begitu juga dengan kursi dan meja serta bunga hias gantung juga pot bunga hancur berantakan.


"Kami mohon, jangan berbuat anarkis di rumah ini. Jika bapak ibu menjadi korban penipuan investasi BMW Cash. Mohon datang ke Polsek Air Joman, bawa bukti dan segera buat laporan pada polisi. Jangan saudara melakukan pengerusakan, karena ini bisa menjadi kasus pidana pengerusakan," tegas salah seorang polisi yang ikut meredakan amarah massa.


Setelah amarah massa dapat diredakan, sebahagian massa ikut bergerak ke Mapolsek Air Joman untuk membuat laporan. Sementara sebagian lainnya masih menunggu di rumah tersebut.


"Cocoknya rumah keluarga penipu ini hancurkan. Karena rumahnya ini tidak sebanding dengan uang kami yang dilarikan pelaku," teriak Ade salah seorang korban.


Mislan Hidayat alias Alan, 47 warga Siantar, yang merupakan korban BMW Cash yang ditemui, Jumat (13/11/2020), di TKP, mengaku aksi massa korban investasi akibat kesal dengan sikap owner dan keluarganya yang disinyalir sengaja menutupi keberadaan Sug alias Anto.


Pasalnya, setelah kemarin malam mereka mendatangi rumah tersebut ramai-ramai, namun ketika datang lagi rumah itu sudah kosong dan penghuninya semua sudah menghilang.


"Kemarahan rekan-rekan korban investasi BMW Cash, akibat tidak ada kejelasan dari owner yang hilang begitu saja, setelah uang kami dilarikannya. Begitupun, ibu dan adikny hilang dari rumah ini. Makanya, semua rekan-rekan ini melempari rumah orangtuanya karena kesal dengan sikap mereka," ujar Alan.


Sementara, saat massa datang ramai-ramai ke Mapolsek, terjadi keributan dan kerumunan massa di depan Mapolsek Air Joman. 


Dimana seorang Leader BWM Cash bernama Iwan Panjaitan, nyaris baku hantam dengan salah seorang member yang mencarinya.



"Iwan Panjaitan, mana uang kami yang kami setorkan pada kau. Pulangkan semua uang kami. Jangan kau lari, HP dan WA kau matikan. Kau tanggung jawabi uang yang kami setorkan. Kalau tidak, kau yang kami laporkan. Bukti atas nama kau kami transfer dan serahkan," teriak Aseng, salah seorang Ketua Ormas yang datang menggunakan seragam Ormas.


"Kita sama/sama korban. Uang aku juga banyak tertanam masuk investasi BMW Cash. Jadi jangan aku yang kalian salahkan. Uang aku dan uang kalian semuanya aku setor sama si Anto. Jadi jangan aku kalian kejar-kejar dan salah kan," sambut Iwan Panjaitan.


Melihat akan adanya insiden itu, Kanit Jatranras Polres Asahan, Ipda. Mulyoto langsung melerai keduanya dan menenangkan massa yang mencari Iwan Panjaitan.


"Sudah jangan ribut kalian di Mapolsek ini. Jika kalian punya bukti-bukti transfer ke rekening dan rekening koran atas nama pelaku. Silahkan kalian semua ke Polres Asahan buat laporan. Biar segera kami proses dan tangkap pelaku, karena kasus ini bisa kami proses jika ada laporan dari korban dibarengi dengan bukti dengan saksi-saksi," tegas Mulyoto di hadapan ratusan massa.


Setelah beberapa jam terjadi kesepakatan, akhirnya semua massa pergi ramai-ramai ke Mapolres Asahan untuk membuat laporan atas nama Sug. (dri)

KOMENTAR