--> Tuntut Tanggung Jawab Perusahaan, Jalan Besar Torgamba-Simpang Empat Diblokir Warga | suluh sumatera

Tuntut Tanggung Jawab Perusahaan, Jalan Besar Torgamba-Simpang Empat Diblokir Warga

Bagikan:

Tuntut Tanggung Jawab Perusahaan, Jalan Besar Torgamba-Simpang Empat Diblokir Warga


TORGAMBA


suluhsumatera : Kesal karena tidak adanya kontribusi perusahaan perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) untuk memperbaiki jalan rusak di pemukiman mereka, warga yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Simpang Empat memblokir Jalan Besar Torgamba-Simpang Empat, Dusun Cikampak Simpang Empat, Desa Aek Batu, Kec. Torgamba, Kab. Labusel, Selasa (10/11/2020).


Mereka mendesak perushaaan perkebunan dan PKS untuk memperbaiki ruas jalan yang kini kondisinya rusak parah, akibat saban hari dilintasi kendaraan pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dan Crude Palm Oil (CPO) milik perusahaan.


Pengamatan wartawan, pemblokiran dilakukan masyarakat di ruas jalan yang rusak, sejak pukul 10.00 WIB. 



Mereka memalang badan jalan, sehingga tidak satupun kendaraan roda empat, khususnya pengangkutan TBS kelapa sawit serta CPO milik perusahaan dapat melintas.


Aksi tersebut pun menyebabkan kemacetan panjang kendaraan. Puluhan truk pengangkut TBS kelapa sawit maupun CPO baik dari arah Cikampak menuju Aek Torop maupun sebaliknya, terpaksa mengantre di sepanjang ruas jalan itu.


Tidak berselang lama, satu unit greder dan bomag (kendaraan penggilas) milik PT. AEP diterjunkan ke lokasi untuk memperbaiki badan jalan yang rusak. 


Meski demikian, tindakan tersebut tidak mengubah pendirian warga untuk memblokir ruas jalan tersebut hingga tercapai kesepakatan dengan seluruh perusahaan yang ada.


Salah seorang koordinator dalam aksi itu, Dian Irawansyah mengatakan, aksi tersebut sebelumnya sudah disampaikan kepada perusahaan. 


Menurutnya, pada aksi sebelumnya pihak perusahaan sudah berjanji untuk turut memperbaiki kerusakan jalan tersebut, namun tidak ditepati.


Beberapa hari sebelumnya kata dia, mereka juga sudah menggelar aksi menanam pisang dan menabur bibit ikan di badan jalan yang rusak.


Namun menurutnya, aksi itu tidak mendapat respon dari perusahaan untuk merealisasikan komitmen yang sebelumnya sudah disepakati.


"Kerusakan jalan ini terjadi sudah bertahun-tahun. Kami meminta pertanggungjawaban perusahaan terkait kerusakan jalan ini," ungkapnya.


Ia mengatakan, kerusakan jalan tersebut sudah berkali-kali disampaikan kepada perusahaan, namun tidak ada tindak lanjut. 


Dia pun mempertanyakan kemana dana Corporate Social Responsibilty (CSR) perusahaan dipergunakan. (*/sya)

KOMENTAR