--> Ronald Koeman Salahkan Lionel Messi Langkah Barca Dihentikan PSG di Liga Champions | suluh sumatera

Ronald Koeman Salahkan Lionel Messi Langkah Barca Dihentikan PSG di Liga Champions

Bagikan:

Dalam laga tersebut, Barcelona kebolan lebih dulu oleh gol penalti PSG yang dicetak Kylian Mbappe pada menit ke-30.


Suluhsumatera -
Ronald Koeman menyayangkan kegagalan penalti Lionel Messi pada laga Paris Sain-Germain PSG) vs Barcelona di Liga Champions.

Barcelona kembai bertemu PSG pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2020-2021. Kali ini, Barcelona yang bertindak sebegai tim tamu.

Blaugrana bertandang ke markas PSG, Stadion Parc des Princes, Rabu (10/3/2021) atau Kamis dini hari WIB.

Mereka membawa tugas berat karena mesti mengejar defisit gol setelah kalah 1-4 pada pertemuan pertama di Camp Nou, Februari lalu.

Hasilnya, Barcelona tak mampu meraup kemenangan. Mereka hanya sanggup bermain imbang 1-1 dengan Les Parisiens seperti yang dilaporkan Kompas.com.

Dalam laga tersebut, Barcelona kebolan lebih dulu oleh gol penalti PSG yang dicetak Kylian Mbappe pada menit ke-30.

Barcelona kemudian menyamakan kedudukan tujuh menit berselang lewat tembakan roket sang kapten Lionel Messi.

Barca sebetulnya memiliki peluang membalikkan keadaan ketika mereka dihadiahi penalti pada masa injury time babak pertama.

Namun, eksekusi penalti Messi gagal membuahkan gol. Bola kiriman La Pulga bisa ditepis kiper PSG, Keylor Navas.

Pelatih Barcelona Ronald Koeman secara tersirat menyayangkan kegagalan penalti tersebut.

Juru taktik asal Belanda itu menilai bahwa situasi pertandingan akan lebih baik jika penalti Messi masuk.

"Kami pantas mendapatkan lebih, setidaknya 2-1 pada babak pertama. Itu akan membuat perbedaan besar," kata Koeman selepas laga, seperti dikutip dari laman resmi UEFA.

Hasil 1-1 tidak cukup untuk Barca. Mereka gagal melangkah ke perempat final Liga Champions karena kalah 2-5 dari PSG dalam agregat keseluruhan.

Meski tersingkir, Koeman tidak terlalu kecewa karena menurutnya, Messi dkk tampil baik pada laga tersebut.

"Kami tersingkir, tetapi kami pergi dengan perasaan yang baik," kata pelatih berusia 57 tahun itu.

"Kami bermain bagus, terutama pada babak pertama. Kami lebih unggul dengan pendekatan yang bagus," imbuhnya.

KOMENTAR