Limbah Medis Berserakan di Puskesmas Aek Batu, Pemerhati Lingkungan Minta Diusut
KOTAPINANG
suluhsumatera : Temuan limbah medis yang berserakan di Puskesmas Aek Batu, mendapat perhatian serius dari sejumlah pemuda pemerhati lingkungan hidup Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).
Salah satunya datang dari Pemuda Pemerhati Lingkungan Hidup (PPLH) Labusel, Syahbana Siregar.
Ia menilai, kasus tersebut harus diusut secara transparan dan tidak mengkambinghitamkan pihak di luar Puskesmas.
“Kalau yang disampaikan sabotase, harus dijelaskan alasannya, ini kan bentuk kelalaian bagaimana bisa limbah medis ditemukan di areal pekarangan puskesmas, dan pihak luar bebas keluar masuk di areal pekarangan Puskesmas,” sebutnya, Kamis (22/1/2026).
Pria yang akrab disapa Budi Kapal Laut ini meminta kepada Bupati Labusel dan Dinas Kesehatan agar memberikan atensi serius terhadap kasus tersebut. Ia berharap pihak pemerintah menyelidiki kasus kelalaian pengelolaan limbah tersebut.
“Harus jadi atensi Bupati dan Kadis Dinkes kasus ini, harus di follow up, karena ini merupakan tanggung jawab Puskesmas dan juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut kasus ini,” pintanya.
Tertibkan Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, dan Tempat Praktek
Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Mitra Hijau Nusantara, Irpan Ripai Nasution. Ia mendesak APH mengusut tuntas kasus tersebut dan meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melalukan penertiban terhadap rumah sakit, Puskesmas, klinik dan, praktek dokter terkait pengelolaan limbah medis.
“Pastinya ini tak terlepas dari fungsi pengawasan DLH Labusel, yang berkaitan dengan limbah medis maunya ditertibkan, saya meminta APH memeriksa DLH,” tegas Irpan.
Sebelumnya diberitakan, Limbah medis yang diduga berasal dari Puskesmas Aek Batu, Kec. Torgamba, Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumut ditemukan berserakan di pekarangan Puskesmas setempat.
Berdasarkan temuan wartawan di apangan, sejumlah limbah medis terlihat bercampur dengan sampah rumah tangga didalam tong sampah. Limbah tersebut diantaranya berupa alat suntik, botol infus, perban bekas pakai yang masih terdapat bercak darah.
Menanggapi temuan tersebut, Kepala Puskesamas Aek Batu, melalui petugas Kesehatan Lingkungan, Hotma Sembiring, membantah limbah medis yang berserakan bukan dari Puskesmas mereka.
Pihaknya menyebut telah menjalankan pengelolaan limbah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Menurutnya tidak menutup kemungkinan adanya pihak luar yang membuang limbah tersebut.
(Kevin)


Comments