Aktivitas Mobil Proyek SR di Padangsidimpuan Buat Jalan Berlumpur, Pengendara Resah dan Nyaris Celaka
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Aktivitas kendaraan proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, tepatnya di kawasan Eks. SMK Pertanian, menuai keluhan serius dari masyarakat.
Lalu lalang mobil pengangkut material dan alat berat disebut-sebut menyebabkan badan jalan dipenuhi lumpur, sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Jalan Licin, Pengendara Nyaris Terjatuh
Kondisi jalan yang bercampur tanah membuat permukaan jalan menjadi licin, terutama saat pagi ketika aktivitas masyarakat mengantar anaknya ke sekolah.
Salah seorang warga yang hendak mengantarkan anaknya ke SMP Negeri 5 Padangsidimpuan mengatakan dirinya nyaris terjatuh akibat jalan bercampur tanah.
“Ban sepeda motor saya tadi kepeleset karena lumpur ini, hampir saja jatuh. Kenapa tidak dibersihkan pihak proyek?” ujarnya dengan nada kesal.
Menurutnya, pekerjaan proyek berskala besar seharusnya tetap memperhatikan keselamatan masyarakat umum sebagai pengguna jalan.
Warga Minta Proyek Tidak Abaikan Kepentingan Publik
Masyarakat menilai pembangunan Sekolah Rakyat sebagai program pemerintah memang penting, namun pelaksana proyek tidak boleh mengabaikan dampak lingkungan di sekitar lokasi pekerjaan.
“Jangan mentang-mentang ini proyek program Presiden, jadi seenaknya terhadap pengguna jalan,” ungkap seorang pengendara lainnya.
Warga berharap pihak kontraktor segera melakukan pembersihan jalan secara rutin, terutama pada jam sibuk sekolah dan aktivitas kerja agar tidak menimbulkan risiko kecelakaan.
Minim Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal Jadi Sorotan
Selain persoalan jalan berlumpur, warga Lingkungan III Padangmatinggi juga menyoroti minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek bernilai besar tersebut.
Menurut warga, hanya sebagian kecil masyarakat sekitar yang dilibatkan, sementara mayoritas pekerja berasal dari luar daerah.
“Ada memang warga sini yang kerja, tapi lebih banyak pekerjanya dari Pulau Jawa. Bahkan pekerjaan ringan pun dikerjakan tenaga dari luar,” ujar seorang warga.
Masyarakat menilai proyek dengan nilai anggaran besar seharusnya mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.
PT. Nindya Karya: Pembersihan Jalan Dilakukan Bertahap
Sementara itu, Ilham selaku perwakilan PT. Nindya Karya sebagai pelaksana proyek saat dikonfirmasi, Jumat (27/02/2026) menjelaskan, pihaknya telah melakukan pembersihan jalan secara bertahap.
“Kita mulai dari gerbang masuk sampai ke jalan depan sekolah dan lapangan bola SMAN 3, Pak,” jelasnya.
Terkait tenaga kerja lokal, Ilham menyebut saat ini proyek masih berada pada tahap pekerjaan berat seperti pengecoran, penggalian tanah, dan mobilisasi material.
“Soalnya sekarang masih pekerjaan berat. Kemarin ada pekerja lokal yang masuk, tapi baru setengah hari sudah tidak datang lagi. Kalau ada warga yang benar-benar mau bekerja, silakan, nanti kita arahkan ke mandor,” katanya.
Pelaksana Proyek Diminta Lebih Bertanggung Jawab
Diketahui, proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Padangsidimpuan tersebut dilaksanakan oleh PT. Nindya Karya.
Masyarakat berharap perusahaan pelaksana lebih serius memperhatikan dampak sosial dan lingkungan akibat aktivitas proyek, termasuk menjaga kebersihan jalan umum serta memprioritaskan tenaga kerja lokal.
Warga menegaskan, pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan seharusnya tidak justru menimbulkan keresahan dan risiko keselamatan bagi masyarakat di sekitarnya.
(Baginda Ali Siregar)


Comments