Setahun Fery–Syahdian, Muhammad Akbar : Politik Kehati-hatian Jadi Tameng Amanah Publik
KOTAPINANG
suluhsumatera : Satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang, SH dan Syahdian Purba, SH diharapkan melakukan pendekatan kehati-hatian karena hal tersebut dapat menjadi karakter utama dalam setiap langkah kebijakannya.
Di tengah tekanan percepatan program dan ekspektasi publik yang tinggi, Fery - Syahdian memilih memastikan setiap keputusan diambil melalui proses yang terukur dan berbasis pertimbangan matang.
Hal tersebut disampaikan seorang tokoh pemuda Labusel, Muhammad Akbar Siagian. Ia menilai langkah tersebut bukanlah bentuk keraguan, melainkan strategi komunikasi yang sadar risiko.
“Kehati-hatian adalah pesan simbolik yang kuat. Seorang pemimpin yang tidak tergesa-gesa menunjukkan bahwa ia memahami konsekuensi dari setiap kebijakan yang diambil,” pesan Akbar kepada wartawan, Minggu (22/2/2026).
Tokoh pemuda Labusel ini mengatakan, gaya kepemimpinan yang tidak populis namun konsisten justru menjadi modal penting dalam membangun legitimasi jangka panjang.
“Kita melihat Fery-Syahdian tidak terjebak pada politik pencitraan.
Ia lebih memilih memastikan kebijakan itu benar secara substansi sebelum dipublikasikan secara luas. Ini adalah bentuk tanggung jawab terhadap amanah masyarakat,” sebutnya.
Lebih lanjut Akbar mengatakan Kehati-hatian tersebut juga tampak dalam proses penataan birokrasi. Beberapa posisi strategis yang belum terisi dinilai bukan karena kelalaian, melainkan bagian dari proses seleksi yang ketat dan penuh pertimbangan.
“Kekosongan jabatan bukan selalu berarti stagnasi. Bisa jadi itu adalah bentuk kehati-hatian untuk menghindari kesalahan penempatan figur yang berdampak jangka panjang,” jelas Akbar.
Ia menambahkan bahwa publik memang sering kali menuntut percepatan, namun kecepatan tanpa akurasi dapat berujung pada persoalan baru.
“Pemimpin diuji bukan hanya dari seberapa cepat ia bergerak, tetapi seberapa tepat arah kebijakan yang ia ambil. Konsistensi lebih penting daripada sensasi,” katanya.
Satu tahun memang belum cukup untuk memberikan penilaian final. Namun, pilihan Fery-Syahdian untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian dinilai sebagai fondasi awal dalam menjaga kepercayaan publik.
“Dalam lanskap politik yang sering kali pragmatis, pendekatan ini menjadi pesan bahwa amanah rakyat tidak boleh dikelola secara tergesa-gesa, melainkan dengan tanggung jawab dan ketelitian,” tutup Akbar.
(Vin)


Comments