Trafo di Gardu Induk 2 Disambar Petir, Sahur Warga di Labusel Gelap Gulita
KOTAPINANG
suluhsumatera : Trafo di Gardu Induk 2 Asam Jawa, Desa Asam Jawa, Kec. Torgamba, Kab. Labusel, Kamis (26/2/2026) dini hari, disambar petir, sehingga menyebabkan terjadinya pemadaman listrik selama lebih kurang lima jam di seluruh wilayah kerja PT. PLN (Persero) Rayon Kotapinang.
Akibatnya, warga pun terpaksa sahur pada hari ke delapan Ramadan 1447 H menggunakan penerangan alakadarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemadaman terjadi, sekira pukul 00.05 WIB, usai hujan disertai kilatan petir dan angin kencang melanda. Hingga pukul 05.00 WIB, listrik di sebagian wilayah masih belum menyala.
"Untunglah tadi malam sudah sempat memasak nasi. Terpaksalah saat memasak ikan dan sayur serta sahur dengan penerangan seadanya, menggunakan senter," kata Isabella, 42 warga Lingkungan Kalapane, Kel. Kotapinang, Kec. Kotapinang.
Warga lainnya, Affandi, 42 mengaku tidak menduga pemadaman terjadi hingga berjam-jam. Padahal kata dia, sebelumnya tidak ada pemberitahuan dari pihak PT. PLN Rayon Kotapinang terkait rencana pemadaman.
Pemadaman listrik di bulan Ramadan ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, pada hari pertama Ramadan, atau Kamis 19 Februari lalu, pemadaman listrik saat jam berbuaka puasa dirasakan warga Afdeling C Aek Raso, Desa Aek Raso, Kec. Torgamba.
Manajer PT. PLN (Persero) Rayon Kotapinang, Andi Situmeang yang dikonfirmasi membenarkan terjadinya pemadaman listrik di seluruh wilayah Kab. Labusel, pada Kamis dini hari.
Menurutnya, peristiwa ini disebabkan trafo daya di Gardu Induk (GI) 2 Asam Jawa mengalami ledakan akibat tersambar petir saat terjadi hujan deras disertai angin kencang, pada Rabu malam hingga Kamis dini hari.
Dia mengatakan, saat ini petugas masih melakukan penanganan terhadap kerusakan tersebut. Meski demikian kata dia, secara umum kondisi listilrik di wilayah kerja PT. PLN (Persero) Rayon Kotapinang sudah menyala.
"Saat ini kondisi listrik sudah tidak masalah," pungkasnya.
(*/sya)


Comments