Aktivis Kontras, Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Hadiri Diskusi Podcast
JAKARTA
suluhsumatera : Kasus kekerasan terhadap aktivis di Indonesia kembali terjadi. Kali ini korbannya adalah Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.
Ia menjadi korban penyiraman air keras oleh orang yang belum diketahui identitasnya di kawasan Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) malam.
Koordinator KontraS Dimas, Bagus Arya dalam pers rilis menyebut, Andrie disiram air keras orang tak dikenal usai menghadiri acara podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.
Dimas mengatakan, akibat penyiraman air keras tersebut Andrie mengalami luka serius.
“Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” ungkapnya.
Dimas juga mengatakan, pelaku terdiri dari dua orang dan melancarkan operasinya menggunakan motor.
Ia menyebut dua orang pelaku menghampiri secara melawan arah Jalan Talang (Jembatan Talang) dengan mengendarai kendaraan roda dua. Motor itu diduga Honda Beat tahun 2016 sampai dengan 2021.
“Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dimas mengatakan satu pelaku mengenakan kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan hitam. Pelaku lain menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai 'buf' hitam yang menutupi setengah wajah, kaos biru tua, dan celana panjang biru yang dilipat jadi pendek.
“Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya,”paparnya.
Dimas mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun KontraS tindakan tersebut merupakan upaya pembungkaman kritik.
“Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM,” imbuh dia.
Terkait kasus tersebut, Kadiv Humas Polri, Irjen. Johnny Eddizon Isir mengatakan, saat ini petugas telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi serta bukti digital termasuk rekaman CCTV.
“Pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, sedang dalam proses analisis lebih lanjut. Harapannya pelaku dapat segera teridentifikasi,” kata dia dalam konferensi pers, Jumat (13/3/2026).
Isir mengatakan, polisi sudah meminta keterangan dua saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Ia menyebut jumlah saksi yang diperiksa masih akan bertambah seiring proses penyidikan.
“Saksi yang diinterview adalah yang bersama-sama dengan pihak korban, yang menolong korban," pungkasnya.
(*/sya)


Comments