Halal Bihalal Mahajaya, Dr. Burhanuddin Harahap: Mahajaya Harus Menjadi Spirit Kekutan
MEDAN
suluhsumatera : DPP Marga Harahap Sejagat Raya (Mahajaya) menggelar halal bihalal Idulfitri 1447H/2026 sekaligus silaturahmi lintas parsadaan serta makan siang bersama di Restaurant Emerald Garden Hotel, Medan, Minggu (3/5/2026).
Hadir pada acara tersebut, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution diwakili Sekretaris Kesbangpol Sumut Harry, SSTP, MSc, Ketua Umum DPP Mahajaya Dr. H. Burhanuddin Harahap, Dewan Pakar Mahajaya Prof. Dr. Syahrin Harahap, Ketua Panitia Muhammad Ali Harahap, SH, Sekretaris Panitia Sukri Efendi Harahap, SE, Bendahara Dr. Rudi Dogar Harahap, MSi, Penasehat Ir. Erliyanto Harahap, AMaKa, serta sejumlah tokoh agama, tokoh adat, dan undangan lainnya.
Ketua Umum DPP Mahajaya, Dr. Burhanuddin Harahap dalam sambutannya menekankan organisasi Mahajaya dibangun seperti jembatan.
Tujuannya, agar wadah ini bisa dilalui orang banyak dengan satujuan keselamatan dan kebahagiaan bagi semua mahluk.
"Ada satu petuah orang tua kita dan ini sudah menjadi Thema waktu kita dilantik" Sadado Na Tumoktok Hite, sude hita mangite." Artinya, Mahajaya ini harus betul-betul dibangun seperti jembatan sehingga orang bisa lewat. Maka Ini lah satu kekuatan yang menjadi spirit kepada kita yang ada di Mahajaya," tegasnya.
"Mewakili DPP Mahajaya karena ini acara Halal Bihalal, mohon maaf lahir batin atas salah dan khilaf, serta berterimakasih pada panitia atas kesuksesan acara," ujarnya.
Bangun Jati Diri Organisasi
Sementara Ketua Dewan Pembina DPP Mahajaya, Drs. H. Rahudman Harahap, MM menegaskan pentingnya membangun jati diri organisasi berbasis kekerabatan yang solid, berakar kuat pada nilai budaya, serta mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Rahudman mantan Wali Kota Medan ini, berharap Mahajaya tidak sekadar menjadi wadah berkumpulnya marga Harahap, tetapi juga berperan sebagai rumah besar yang menjaga nilai-nilai adat, budaya, serta martabat leluhur.
“Mahajaya ini bukan sekadar organisasi. Ini adalah rumah kita bersama—tempat kita menjaga adat istiadat, budaya, dan nama baik leluhur,” ujarnya.
Untuk itu ada tiga pesan utama sebagai fondasi penguatan Mahajaya ke depan, yakni tanggung jawab. Ia menekankan bahwa setiap anggota harus mampu menjaga kehormatan organisasi di mana pun berada.
"Identitas kita melekat dalam setiap tindakan. Karena itu, tanggung jawab moral harus dijaga. Kedua, regenerasi. Rahudman menilai pelestarian budaya dan adat istiadat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) tidak bisa dilepaskan dari peran generasi muda. Ia mendorong pembentukan sanggar budaya, serta program pendidikan dan pelatihan sejarah marga Harahap," paparnya.
Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program tersebut, termasuk penyediaan tempat dan fasilitas pelatihan.
Ketiga, manfaat. Rahudman mengingatkan bahwa keberadaan organisasi harus dirasakan langsung oleh anggota dan masyarakat luas.
"Jika Mahajaya memberi manfaat, maka kehadirannya akan diterima dimana pun," katanya.
Sementara, Gubernur Sumatera Utara yang dibacakan Sekretaris Kesbangpol Sumut, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dan kebersamaan dalam kehidupan sosial.
Gubernur Sumatera Utara mendukung penuh kegiatan Mahajaya apalagi sifatnya positif demi kemajuan Sumut.
Rangkaian acara juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA, yang mengulas makna halal bihalal sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Suasana kebersamaan semakin terasa dengan penampilan tarian budaya yang dibawakan oleh Sanggar Tari MAN 3 Medan, menambah nuansa kultural dalam kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, Mahajaya diharapkan tidak hanya menjadi simbol kekerabatan, tetapi juga tampil sebagai organisasi yang adaptif, berdaya guna, serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya.
(hrp)

Comments