Jalan Perintis Kemerdekaan Berlumpur dan Berdebu, Warga Padangmatinggi Keberatan
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Kondisi Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Padangmatinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), kini dikeluhkan warga.
Jalan tersebut berubah menjadi berlumpur saat hujan dan berdebu saat cuaca panas, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
Situasi ini diduga kuat akibat aktivitas mobil pengangkut material proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang melintas setiap hari.
Intensitas kendaraan berat yang tinggi membuat material tanah tercecer dan menumpuk di badan jalan.
Penyiraman Dinilai Tidak Maksimal
Pihak PT. NK selaku pelaksana proyek sebelumnya menyampaikan bahwa mereka rutin melakukan penyiraman jalan sebagai upaya mengurangi debu. Namun, warga menilai langkah tersebut belum efektif.
Menurut masyarakat, penyiraman tanpa diiringi pembersihan lumpur justru memperparah kondisi.
Lumpur yang mengering berubah menjadi debu tebal, sementara saat hujan jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna.
Warga juga menyoroti tidak adanya upaya pengikisan lumpur di badan jalan serta minimnya pengawasan terhadap kendaraan proyek, seperti penyemprotan roda sebelum keluar dari area proyek.
Keluhan Warga dan Pengguna Jalan Meningkat
Keluhan tidak hanya datang dari warga Padangmatinggi, tetapi juga dari para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Mereka merasa terganggu dengan kondisi jalan yang kotor dan berbahaya.
“Saya sangat terganggu dengan keadaan jalan ini, apalagi hampir setiap hari saya melewati jalan ini untuk antar jemput anak ke sekolah,” ujar salah seorang warga.
Lingkungan Sekolah Ikut Terdampak
Kondisi ini semakin memprihatinkan karena di sekitar lokasi proyek terdapat sejumlah sekolah, seperti SMA Negeri 3 Padangsidimpuan, SMP Negeri 5, SD Negeri 1, SD Negeri 2, serta SD Swasta Darun Najah yang berada tepat di depan gerbang proyek.
Debu dan lumpur dinilai berpotensi mengganggu kesehatan siswa serta keselamatan saat berangkat dan pulang sekolah.
Warga Minta Tanggung Jawab, Konflik Dikhawatirkan Muncul
Warga dan para pedagang di sekitar jalan meminta pihak pelaksana proyek untuk bertanggung jawab atas kondisi tersebut.
Mereka menilai permasalahan ini sudah berlangsung sekitar dua bulan tanpa penanganan maksimal.
Jika tidak segera ditangani secara serius, warga khawatir situasi ini dapat memicu konflik antara masyarakat dengan pihak perusahaan.
Masyarakat berharap adanya langkah konkret, seperti pembersihan rutin, pengikisan lumpur, serta pengawasan ketat terhadap kendaraan proyek, agar kondisi jalan kembali layak dan aman dilalui.
(Baginda Ali Siregar)

Comments