IMA Tapsel Pekanbaru Tantang Polda Sumut Usut Tuntas Mafia PETI di Perbatasan Madina–Tapsel
PEKANBARU
suluhsumatera : Ikatan Mahasiswa Tapanuli Selatan (IMA Tapsel) Pekanbaru melontarkan tantangan sekaligus desakan kepada Polda Sumatera Utara agar bertindak tegas dan menyeluruh dalam memberantas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga masih beroperasi di wilayah perbatasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Menurut IMA Tapsel, penanganan persoalan PETI tidak boleh berhenti pada penertiban di lapangan semata, tetapi harus menyentuh seluruh pihak yang diduga terlibat dalam rantai aktivitas tambang ilegal tersebut.
Desak Penegakan Hukum hingga ke Akar Masalah
Ketua IMA Tapsel Pekanbaru, Sehat Sihombing, menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus berani mengusut hingga ke akar persoalan.
Ia menilai, jika benar terdapat puluhan alat berat yang beroperasi di kawasan perbatasan Madina–Tapsel sebagaimana yang ramai diberitakan, maka aktivitas tersebut tidak mungkin berjalan tanpa adanya jaringan yang terorganisir.
Menurutnya, selain operator di lapangan, aparat juga perlu menelusuri dugaan keterlibatan pemodal, pemilik lahan, aktor intelektual, hingga pihak-pihak yang diduga memberikan perlindungan terhadap aktivitas tambang ilegal tersebut.
"Jika benar terdapat puluhan alat berat yang beroperasi di kawasan perbatasan Madina dan Tapsel sebagaimana yang ramai diberitakan, maka mustahil aktivitas tersebut berjalan tanpa adanya jaringan yang terorganisir. Karena itu, kami menantang Polda Sumut untuk membuktikan keseriusannya dengan mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat tanpa pandang bulu," tegas Sehat Sihombing.
PETI Dinilai Ancam Lingkungan dan Kepentingan Negara
IMA Tapsel Pekanbaru menilai maraknya dugaan aktivitas PETI telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat serta berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius.
Aktivitas pertambangan ilegal tersebut disebut dapat merusak kawasan hutan, mencemari daerah aliran sungai, serta mengganggu keseimbangan ekosistem.
Selain itu, praktek PETI juga dinilai menghilangkan potensi pendapatan negara dan membuka peluang terjadinya berbagai tindak pidana lainnya.
Karena itu, organisasi mahasiswa tersebut menegaskan bahwa penanganan PETI harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, khususnya aparat penegak hukum.
Minta Kapolda Bentuk Tim Khusus Investigasi
Sebagai langkah konkret, IMA Tapsel Pekanbaru meminta Kapolda Sumut membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap seluruh aktivitas PETI di kawasan perbatasan Madina dan Tapsel.
Mereka menilai investigasi harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Hasil penyelidikan juga diharapkan dapat disampaikan kepada publik guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
Menurut IMA Tapsel, keterbukaan informasi menjadi bagian penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana keseriusan aparat dalam menuntaskan persoalan tambang ilegal yang selama ini menjadi sorotan publik.
Apresiasi Operasi Penertiban, Namun Minta Evaluasi Menyeluruh
IMA Tapsel Pekanbaru turut menyoroti operasi penertiban PETI yang sebelumnya dilakukan Polda Sumut di wilayah Siabu dengan melibatkan ratusan personel gabungan Ditreskrimsus dan Brimob.
Sehat Sihombing mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk respons terhadap keresahan masyarakat.
Namun, ia menilai keberadaan dugaan aktivitas PETI yang masih menjadi sorotan menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas penindakan yang telah dilakukan.
"Kami mengapresiasi operasi yang pernah dilakukan dengan melibatkan ratusan personel. Namun apabila aktivitas PETI masih terus berulang dan para aktor utama yang berada di balik praktik tersebut belum terungkap, maka masyarakat berhak mempertanyakan sejauh mana dampak nyata dari operasi tersebut. Jangan sampai penindakan hanya terlihat di permukaan, sementara akar persoalan tetap tidak tersentuh," ujarnya.
Jangan Hanya Menyentuh Pelaku Lapangan
Menurut IMA Tapsel, keberhasilan pemberantasan PETI tidak cukup diukur dari jumlah alat berat yang diamankan atau lokasi tambang yang ditertibkan.
Keberhasilan yang sesungguhnya, kata mereka, adalah ketika aparat mampu mengungkap jaringan yang diduga mengendalikan, membiayai, dan memperoleh keuntungan dari aktivitas pertambangan ilegal tersebut.
"Kami tidak ingin hukum hanya tajam kepada masyarakat kecil tetapi tumpul terhadap para pemodal besar. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jangan ada kesan bahwa tambang ilegal kebal hukum karena memiliki kekuatan modal atau kedekatan dengan pihak tertentu," lanjut Sehat Sihombing.
IMA Tapsel Siap Kawal Hingga Tuntas
IMA Tapsel Pekanbaru menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus dugaan PETI di wilayah perbatasan Madina–Tapsel.
Organisasi tersebut menilai kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum sangat bergantung pada keberanian dalam mengungkap aktor-aktor utama yang berada di balik praktik tambang ilegal.
Sebagai organisasi mahasiswa yang peduli terhadap kelestarian lingkungan dan tegaknya supremasi hukum, IMA Tapsel menyatakan komitmennya untuk terus mengawasi proses penanganan kasus tersebut hingga adanya langkah nyata dan kepastian hukum bagi masyarakat.
"Usut tuntas seluruh mafia PETI di perbatasan Madina–Tapsel. Tangkap operatornya, periksa pemilik lahannya, bongkar pemodalnya, ungkap seluruh pihak yang diduga menjadi backing, dan tegakkan hukum tanpa pandang bulu demi menyelamatkan lingkungan serta marwah penegakan hukum di Sumatera Utara," pungkas Sehat Sihombing.
(BAS)

Comments