Pancasila Digali dari Akar Budaya Bangsa, Parulian Nasution Dorong Pendidikan Moral Pancasila Dihidupkan Kembali
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Parulian Nasution mengatakan bahwa rumusan Pancasila telah melalui kajian yang mendalam oleh Tim Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila sejatinya telah hidup dan tumbuh sejak bangsa Indonesia ada. Hal itu terlihat dari pola pikir, sikap, serta perilaku masyarakat yang berkembang di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Nilai-nilai Pancasila itu sudah ada sejak Indonesia lahir dan tumbuh dari akar budaya bangsa,” ujar Parulian.
Sejarah Lahirnya Pancasila
Ia menjelaskan, penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila ditandai dengan Sidang BPUPKI yang berlangsung sejak 29 Mei hingga 1 Juni 1945 guna merumuskan dasar negara Indonesia.
Selanjutnya, kata Parulian, BPUPKI kemudian berubah nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
“Pada tanggal 18 Agustus 1945 ditetapkanlah Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia,” ungkapnya.
Pentingnya Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila
Parulian menilai, memperingati Hari Lahir Pancasila memiliki urgensi besar dalam kehidupan berbangsa, yakni bagaimana menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Karena Pancasila itu adalah yang Berketuhanan, Berkemanusiaan, Berpersatuan, Berkerakyatan, dan Berkeadilan,” tegasnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut harus tumbuh subur dalam sanubari setiap warga negara. Mengingat Pancasila merupakan dasar negara, kepribadian bangsa, pandangan hidup bangsa, sekaligus cita-cita luhur bangsa Indonesia.
Jangan Sekadar Seremonial
Parulian berharap, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila yang tertuang dalam Eka Prasetya Pancakarsa dan dijabarkan dalam 36 butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) perlu kembali disosialisasikan di semua lini kehidupan.
“Nilai, etika, dan norma sesuai dasar-dasar Pendidikan Moral Pancasila perlu kembali dihayati dan diamalkan oleh seluruh warga negara,” katanya.
Pancasila Perekat Persatuan Bangsa
Ia juga menegaskan bahwa Pancasila telah terbukti mampu mempersatukan bangsa Indonesia melalui semangat nasionalisme dan patriotisme yang kuat.
“Pancasila mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai konsep Ketahanan Nasional, Kewaspadaan Nasional, dan Wawasan Nusantara dalam bingkai NKRI Harga Mati,” terangnya.
Menurutnya, stabilitas nasional yang mantap dan dinamis harus terus dijaga dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan baik dari dalam maupun luar negeri.
Pendidikan Moral Pancasila Perlu Dihidupkan Kembali
Parulian juga menilai sudah saatnya kurikulum Pendidikan Moral Pancasila kembali diajarkan di seluruh jenjang pendidikan.
Hal itu, katanya, bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda secara afektif, kognitif, maupun psikomotorik sebagai pondasi pembentukan karakter bangsa yang maju dan modern.
"Dengan begitu, generasi emas masa depan mampu membendung arus westernisasi dan perilaku negatif,” ujarnya.
Pengendalian Diri Jadi Inti Nilai Pancasila
Di akhir penyampaiannya, Parulian menegaskan bahwa nilai terdalam dari Pancasila adalah pengendalian diri agar senantiasa berbuat baik dan menjauhi perilaku negatif.
“Selamat Hari Lahir Pancasila. Semoga nilai-nilai P4 kembali membudaya dalam kehidupan sehari-hari warga negara Indonesia yang baik,” pungkasnya.
(BAS)

Comments