18 Tahun Labusel, Jalan Rusak Masih Jadi Persoalan, Ini Komitmen Bupati
TORGAMBA
suluhsumatera : Hari ini, Selasa (21/7/2026), genap sudah Kab. Labusel berusia 18 tahun, yang ditandai dengan gelaran paripurna istimewa DPRD Kab. Labusel dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 18 di Gedung Dewan.
Usia yang tergolong dewasa ini ternyata masih menyisakan banyak permasalahan, salah satunya infrastruktur, khususnya jalan.
Hingga kini sejumlah ruas jalan kabupaten kondisinya banyak yang masih sebatas perkerasan.
Warga pun berharap, Pemkab dapat segera melakukan perbaikan. Sebab, selain membahayakan, kondisi jalan tersebut juga menghambat perekonomian dan aktivitas masyarakat.
Kondisi itu seperti pada ruas Simpang Jalan Nasional Dusun Aek Batu, Desa Asam Jawa, Kec. Torgamba menuju Desa Pasir Tuntung, Kec. Kotapinang. Beberapa kilometer ruas jalan itu kondisinya masih sebatas perkerasan.
Situasi serupa juga tampak pada ruas Jalan Besar Cikampak, Desa Aek Batu menuju Desa Torganda, Kec. Torgamba.
Jalan sepanjang lebih kurang 20 Km yang menghubungkan Kabupaten Labusel dengan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau ini, 50 persen kondisinya juga masih sebatas perkerasan.
Kondisi itu kerap menyebabkan warga, khususnya pelajar kesulitan melintas. Sebab, ketika hujan jalan menjadi licin juga becek, sedangkan saat kemarau berdebu.
Demikian halnya dengan Jalan Besar Pinang Damai, mulai dari simpang Jalan Nasional Pinangawan hingga Desa Pinang Damai, Kec. Torgamba.
Beberapa kilo meter ruas jalan yang juga menghubungkan Kabupaten Labusel dengan Kab. Rohil ini 50-an persen kondisinya masih sebatas perkerasan.
Akibat kondisi badan jalan yang belum memadai itu, kerap kali masyarakat terhambat aktivitasnya, khususnya saat musim penghujan. Bahkan warga di sejumlah dusun acap-kali tidak dapat melintas, karena jalan licin.
Hal yang sama dirasakan masyarakat di sepanjang ruas Jalan Nasional Simpang Aek Batu hingga Sumberjo, Desa Asam Jawa. Beberapa titik di ruas jalan tersebut aspalnya mengalami kerusakan.
Selain keempat ruas jalan tersebut, jalan lainnya yang kondisinya masih membutuhkan perhatian, yakni Jalan Bis II, Desa Aek Batu, Kec. Torgamba.
Selanjutnya jalan mulai dari Perkebunan Normark, Desa Perkebunan Normark, Kec. Kotapinang hingga Desa Aek Goti, Kec. Silangkitang.
Kemudian, ruas Jalan Simpang Kampung Mangga hingga Desa Pangaruangan, Kecamatan Torgamba, sepanjang lebih kurang 10 Km, dan lain-lain.
Permasalahan ini tentu menjadi pekerjaan berat Bupati Labusel, Fery Sahputra Simatupang bersama Wakil Bupati Syahdian Purba Siboro.
Terlebih, diawal kepemimpinan mereka, pemerintah pusat justru melakukan efesiensi besar-besaran yang berdampak pada penurunan Transfer Ke Daerah (TKD).
Meski ditengah keterbatasan anggaran tersebut, Bupati Fery Sahputra Simatupang tetap berkomitmen untuk memanfaatkan anggaran yang tersedia secara optimal, sekaligus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar pembangunan infrastruktur di Labusel tetap dapat berjalan baik.
Ia pun mengakui, pembangunan infrastruktur di daerah saat ini menghadapi tantangan akibat pemangkasan dana TKD dari pemerintah pusat.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya dialami Kab. Labusel, tetapi juga berdampak pada banyak kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
“Kita memang sedang menghadapi kendala anggaran. Ini bukan hanya terjadi di Labusel, tetapi juga dirasakan oleh kabupaten dan kota lain di seluruh Indonesia. Meski demikian, kami tetap berkomitmen memanfaatkan anggaran yang tersedia secara optimal, sekaligus berupaya meningkatkan PAD agar pembangunan infrastruktur di Labusel tetap dapat berjalan," ungkap Fery kepada wartawan usai mengikuti sidang paripurna istimewa DPRD Kab. Labusel dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 18 di Gedung Dewan.
(sya/vin)

Comments