Pocong, Badut, dan Superhero Turun ke Jalan di Padangsdimpuan, Ada Apa?
PADANGSIDIMPUAN
suluhsumatera : Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di berbagai sudut Kota Padangsidimpuan.
Memasuki awal Agustus, sejumlah pemuda dan pemudi memanfaatkan momen tersebut dengan cara kreatif untuk menggalang dana demi menyukseskan berbagai kegiatan perayaan kemerdekaan.
Pocong, Badut hingga Beragam Kostum Meriahkan Jalanan
Pemandangan unik terlihat di sejumlah ruas jalan protokol Kota Padangsidimpuan. Para pemuda turun ke jalan dengan mengenakan beragam kostum, mulai dari badut, Pocong, karakter superhero, hingga pakaian unik lainnya.
Dengan kostum yang mencolok dan aksi menghibur, mereka berusaha menarik perhatian para pengendara yang melintas.
Pengendara yang bersedia kemudian memberikan sumbangan secara sukarela untuk mendukung kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan di lingkungan mereka.
Kegiatan tersebut juga menjadi warna tersendiri menjelang peringatan kemerdekaan.
Selain menggalang dana, kehadiran para pemuda berkostum membuat suasana jalanan tampak lebih semarak.
Tradisi Swadaya Pemuda Jelang 17 Agustus
Kegiatan penggalangan dana seperti ini disebut telah dilakukan para pemuda hampir setiap tahun menjelang perayaan 17 Agustus.
Seorang pemuda yang ditemui di lokasi mengatakan, aksi tersebut dilakukan karena mereka ingin menghadirkan hiburan dan berbagai perlombaan bagi masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
“Kalau yang swadaya warga, nggak mungkin cukup anggarannya. Maka kami turun ke jalan supaya dapat anggaran yang sesuai dengan acara yang kami rencanakan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan mulai dilakukan sejak awal Agustus agar dana yang terkumpul dapat digunakan untuk mempersiapkan berbagai perlombaan dan hiburan bagi warga.
Ingin Kemerdekaan Dirayakan dengan Semarak
Ia menuturkan, berbagai perlombaan sengaja dipersiapkan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.
Bagi mereka, perayaan 17 Agustus bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarwarga melalui kegiatan olahraga, permainan rakyat, dan hiburan.
“Makanya kami lakukan ini di awal bulan Agustus ini,” katanya.
Keluhan Soal Dukungan Anggaran dari Pemerintah
Di balik semaraknya kegiatan tersebut, terselip keluhan mengenai minimnya dukungan anggaran yang mereka terima untuk pelaksanaan kegiatan kemerdekaan.
Pemuda tersebut mengungkapkan, bantuan dari pihak Pemko ataupun melalui kelurahan yang diharapkan dapat mendukung kegiatan perayaan setiap tahunnya disebut tidak pernah mereka terima.
“Begini lah, Bang, yang mau merdeka itu. Mau perayaan pun harus kita juga usahakan,” ungkapnya.
Semangat Kemerdekaan dari Jalanan
Meski harus mengandalkan swadaya dan turun ke jalan untuk mengumpulkan dana, semangat para pemuda tersebut patut diapresiasi.
Mereka memilih bergerak secara mandiri agar perayaan kemerdekaan tetap dapat dirasakan masyarakat.
Potret para pemuda dengan berbagai kostum di jalanan Padangsidimpuan menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak selalu hadir dalam acara besar.
Dari aksi sederhana, gotong royong dan kreativitas warga, semarak merah putih tetap dapat dijaga.
Dengan semangat kebersamaan, mereka ingin memastikan bahwa kemerdekaan juga dirayakan dengan meriah oleh masyarakat di lingkungan mereka.
(BAS)

Comments